Di tengah tekanan ekonomi dan penurunan daya beli pada tahun 2025, tiga model skutik Honda menjadi tulang punggung penjualan di area Jakarta-Tangerang. Division Head of Sales PT Wahana Makmur Sejati (WMS) Olivia Widyasuwita mengatakan, Honda Beat masih menjadi motor paling laris dengan kontribusi yang sangat besar terhadap total penjualan. “(Penjualan terbanyak) komposisinya kami masih Honda Beat di atas 40 persen. Kedua Scoopy ya. Ketiga Vario lah ya, yang Vario 125 ini,” ujar Olivia di Jakarta (13/1/2026). Ilustrasi Honda Scoopy Dominasi Honda Beat yang meraih penjualan berkisar 130.000 unit sepanjang 2025, tak lepas dari posisinya sebagai skutik entry level yang dikenal irit, mudah dikendarai, dan punya harga relatif terjangkau. Karakter ini membuat Beat tetap menjadi pilihan utama konsumen perkotaan, mulai dari pelajar, pekerja harian, hingga pengguna ojek online di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Di posisi kedua, Honda Scoopy masih mempertahankan basis penggemarnya. Desain retro-modern, fitur yang terus diperbarui, serta citra gaya hidup yang kuat membuat Scoopy konsisten diminati. All New Honda Vario 125 Street Sementara itu, Honda Vario 125 berada di urutan ketiga, menjadi pilihan bagi konsumen yang menginginkan skutik dengan performa lebih besar dan fitur lebih lengkap untuk mobilitas harian. Meski tiga model tersebut tetap menjadi tulang punggung, Olivia mengakui bahwa kinerja penjualan secara keseluruhan masih menghadapi tantangan. “Memang penjualan kami pun terdampak, dan memang kalau dibandingkan tahun 2024, kami closing minus 5 persen,” ucap dia. Ilustrasi skutik murah di diler motor Wahana Honda Sepanjang 2025, WMS mencatat penjualan hampir 330.000 unit, turun dari capaian 2024 yang mencapai 347.000 unit. Namun demikian, optimisme tetap dijaga untuk tahun depan. Olivia menyebut, harapan peningkatan penjualan pada 2026 bertumpu pada perbaikan kondisi ekonomi serta kebijakan pemerintah yang lebih mendukung. “Tentunya kami berharap di tahun 2026 ini, dengan kebijakan-kebijakan pemerintah yang baru, kebijakan Kementerian Keuangan yang baru, kami berharap bisa meningkatkan penjualan motor, tentunya dengan kondisi ekonomi yang lebih baik,” katanya. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang