Kawasan Sudirman hingga Thamrin yang merupakan jantung Ibu Kota sekaligus etalase Indonesia kembali menjadi sorotan. Video viral di media sosial memperlihatkan kondisi lalu lintas yang tersendat akibat adanya kerumunan para pengendara sepeda motor pada Minggu (3/5/2024) dini hari. Video tersebut pertama kali diunggah oleh Ijoel, seorang konten kreator yang kerap menyoroti isu lalu lintas dan lingkungan di Jakarta. Dalam narasinya, ia merekam situasi di sekitar jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, sekitar pukul 01.00 WIB. Ijoel menceritakan, saat itu dirinya tengah melintas dari arah Bundaran Senayan menuju Monumen Nasional (Monas). Ia mendapati sekitar MRT Bundaran HI hingga Kedutaan Jepang sudah dipadati oleh pengendara motor yang berkumpul secara tidak teratur. “Jadi semalam, dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, saya melintas di kawasan Bundaran Senayan hingga Monas. Kebetulan memang sedang libur panjang, dan semakin ke sini kawasan Sudirman–Thamrin seperti jadi arena nongkrong yang tidak teratur. Banyak pengendara motor yang saya lihat tidak jelas identitasnya," ujar Ijoel kepada Kompas.com, Minggu (3/5/2026). Menurutnya, situasi di lapangan terpantau cukup padat dengan berbagai pelanggaran kasat mata yang dilakukan oleh oknum pengendara. "Kondisinya juga makin ramai, banyak yang nongkrong di trotoar, ada pengendara yang tidak memakai helm, tidak menggunakan pelat nomor, hingga knalpot bising. Semakin malam, situasinya justru makin semrawut," katanya. Ijoel mengatakan, saat mencoba mendekat ke arah kerumunan ia mendapati jalan tertutup oleh kerumunan motor. Kondisi arus lalu lintas di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (30/3/2026) "Saat saya lewat, jalan sudah tersendat bahkan cenderung macet. Dari sekitar MRT Bundaran HI memang sudah terlihat padat. Kebetulan saya menggunakan mobil, dan terdengar suara knalpot yang sangat bising. Di depan terlihat sejumlah pengendara motor seperti menutup jalan. Awalnya terdengar seperti ada yang ngebut, kemungkinan balap liar, karena suara knalpotnya kencang," jelasnya. Ia sempat berupaya mengingatkan para pengendara tersebut untuk memberikan jalan, namun respon yang didapat justru kurang menyenangkan. "Saya sempat mencoba mengingatkan agar tidak menutup jalan, tetapi malah dimarahi balik. Bahkan saya dibilang norak," kata Ijoel. Respons Petugas Setelah berhasil lewat Ijoel kemudian memutuskan untuk melaporkan kejadian tersebut kepada petugas keamanan yang berjaga di pos polisi Bundaran HI. "Setelah itu, saya mengambil jalur kanan untuk melanjutkan perjalanan ke arah Monas, lalu memutar balik ke pos polisi di Bundaran HI. Di sana ada anggota Polri dan TNI, kemudian saya berinisiatif melapor. Alhamdulillah mereka merespons dan mengajak saya ikut kembali ke lokasi," ungkapnya. Suasana Bundaran HI, Jakarta Pusat, Rabu (3/7/2024) Meski aksi tersebut berhasil dibubarkan, Ijoel menekankan pentingnya pengawasan berkelanjutan di jalur protokol tersebut. Ia menilai kawasan tersebut seharusnya menjadi contoh ketertiban lalu lintas di Indonesia. "Faktanya, kawasan Sudirman–Thamrin pada tengah malam seperti arena balap, padahal itu merupakan jalur utama Jakarta sekaligus etalase Indonesia," kata Ijoel Sebagai langkah antisipasi ke depan, ia menyarankan adanya kolaborasi patroli rutin yang lebih intensif antara berbagai instansi terkait untuk menjaga wajah Ibu Kota. "Menurut saya, petugas perlu rutin melakukan patroli. Bisa melibatkan berbagai unsur, seperti Satpol PP, Dinas Perhubungan, TNI, dan Polri," katanya. "Memang sudah ada patroli, tetapi sejauh ini belum cukup, karena kondisi di lapangan justru makin semrawut. Jadi, patroli rutin masih kurang,” ungkap Ijoel. Kompas.com sudah mencoba menghubungi polisi mengenai video viral tersebut namun belum mendapat respon. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang