Media sosial dihebohkan dengan video ratusan bus melintas di jalan tol dengan narasi tengah mengangkut massa menuju Jakarta untuk mengikuti aksi unjuk rasa di gedung DPR. Namun, setelah ditelusuri lebih lanjut, video tersebut merupakan rekaman lama yang kembali diposting ulang. Bukan Rombongan Massa Demo Faktanya, rombongan bus merupakan kendaraan yang membawa para pelajar setelah merampungkan kegiatan wisata. Hal itu terungkap dari laporan langsung seorang personel Patroli Jalan Raya (PJR) yang memantau kondisi arus lalu lintas di jalan tol. "Selamat siang komandan, rombongan bus dari SMP Negeri 2 Cilacap yang habis berwisata mau kembali ke Cilacap," ujar seorang personel PJR saat melaporkan situasi terkini di lapangan pada video yang diunggah di Instagram @kaindukpjrcikampek. Keterangan tersebut memastikan bahwa keberadaan bus-bus dalam video tidak berkaitan dengan mobilisasi massa pengunjuk rasa ke Jakarta. Peristiwa ini juga terjadi bertepatan dengan momen libur nasional dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Mahasiswa menyampaikan orasi di Depan Gedung DPR/MPR, Jalan Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (24/9/2019). Jangan Mudah Terprovokasi Menanggapi informasi tersebut, Kainduk PJR Cikampek Korlantas Polri Kompol Sandy mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum dipastikan kebenarannya. Ia meminta masyarakat mengecek fakta terlebih dahulu sebelum mempercayai maupun menyebarkan informasi yang beredar di media sosial. “Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak terprovokasi berita-berita yang beredar di media sosial, cek kebenarannya,” kata Kompol Sandy dikutip dari keterangan resmi, Rabu (26/8/2026). Melihat maraknya disinformasi ini, masyarakat diimbau untuk tetap tenang serta tidak serta-merta mempercayai informasi yang beredar di media sosial, khususnya video yang mengaitkan bus wisata dengan keberangkatan massa unjuk rasa. Korlantas Polri kembali mengingatkan publik agar selalu memastikan kebenaran dan validitas informasi sebelum menyebarkannya kembali, demi menghindari keresahan serta kepanikan di tengah masyarakat.