Logo TikTok. Merek baru tersebut akan berada di bawah perusahaan bernama Saidou Technology, yang sebelumnya dikenal sebagai Chongqing Landian Technology. Perubahan nama sekaligus restrukturisasi bisnis itu diumumkan setelah perusahaan mendapat suntikan modal sebesar 6,67 miliar yuan atau sekitar Rp 15 triliun. GULIR UNTUK LANJUT BACA Dilansir VIVA dari Carnewschina, Selasa 2 Juni 2026, Pendanaan tersebut berasal dari sejumlah investor besar, termasuk perusahaan afiliasi CATL, pemerintah daerah Chongqing, hingga beberapa perusahaan teknologi dan otomotif lainnya.Dalam restrukturisasi tersebut, Seres juga melepas status pengendali utama perusahaan. Kepemilikan saham Seres turun menjadi sekitar 32,96 persen, sementara perusahaan investasi milik pemerintah distrik Shapingba menjadi pemegang saham terbesar dengan porsi 34,5 persen.Langkah ini disebut sebagai strategi Seres untuk merapikan struktur bisnis dan mengurangi beban dari lini usaha lama yang sebelumnya kurang menguntungkan.Bagi Seres, kerja sama dengan ByteDance menjadi langkah menarik. Selama ini Seres dikenal lewat merek mobil listrik premium Aito yang dikembangkan bersama Huawei. Kini, perusahaan mencoba membuka jalur baru dengan menggandeng ekosistem AI milik ByteDance melalui platform Volcano Engine.Berbeda dengan Aito yang fokus pada teknologi berkendara pintar dari Huawei, merek baru Saidou disebut akan lebih menonjolkan pengalaman pengguna berbasis AI di dalam kabin. Teknologi Volcano Engine nantinya akan dipakai untuk mendukung sistem interaksi suara, asisten digital, hingga kemampuan large language model atau AI generatif di kendaraan.Meski demikian, ByteDance disebut tidak akan masuk ke pengembangan teknologi autonomous driving atau mobil tanpa sopir. Perusahaan hanya akan menyediakan dukungan cloud computing dan infrastruktur AI untuk kendaraan.Menurut laporan industri otomotif China, model pertama Saidou dijadwalkan meluncur tahun ini. Mobil tersebut diperkirakan hadir dalam format crossover, gabungan antara sedan dan SUV, dengan pilihan tenaga listrik murni maupun range extender.Produksi kendaraan akan dilakukan di pabrik Phoenix milik Seres yang saat ini sedang menjalani penyesuaian fasilitas produksi.Merek baru ini juga disebut menyasar konsumen muda yang aktif dan dekat dengan teknologi digital. Karena itu, pendekatan pemasaran hingga jaringan penjualannya diperkirakan akan berbeda dibanding merek otomotif konvensional.Strategi tersebut memperlihatkan bagaimana perusahaan otomotif China kini tidak hanya bersaing soal desain atau harga kendaraan, tetapi juga pengalaman digital di dalam mobil.Tren kolaborasi antara perusahaan otomotif dan teknologi memang semakin kuat di China. Selain Seres, beberapa produsen lain seperti Leapmotor dan Xiaomi juga dikabarkan tengah menyiapkan sub-brand baru tahun ini. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Di tengah ekspansi tersebut, penjualan kendaraan energi baru Seres masih menunjukkan pertumbuhan positif. Pada Mei 2026, penjualan mobil elektrifikasi Seres mencapai 33.476 unit. Sementara secara kumulatif Januari hingga Mei 2026, penjualannya menyentuh 145.108 unit atau naik 15,14 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.Kolaborasi Seres dan ByteDance pun bisa menjadi gambaran baru arah industri otomotif China, di mana mobil bukan lagi sekadar alat transportasi, melainkan bagian dari ekosistem teknologi digital dan AI yang semakin terhubung.