Mobil listrik Mazda MX-30 Industri otomotif global semakin memperkuat komitmennya terhadap kendaraan listrik (EV). Beberapa pabrikan besar mengumumkan model-model baru yang sedang dikembangkan atau akan diluncurkan dalam waktu dekat, sebagai bagian dari strategi transisi ke era elektrifikasi. Salah satunya Pabrikan asal Jepang, Mazda yang selama ini terkenal dengan mobil sporty dan mesin bakar, kini mulai serius menaruh fokus pada kendaraan listrik atau EV. Logo Mazda Setelah percobaan sebelumnya dengan MX‑30 yang kurang sukses, Mazda kini menyiapkan EV yang dibangun sepenuhnya di atas platform listrik mereka sendiri, menandai langkah besar dalam strategi elektrifikasi perusahaan.Sebelumnya, Mazda sudah mencoba membuat mobil listrik dengan MX‑30, tapi hasilnya kurang menggembirakan. Di Amerika Serikat, penjualan MX‑30 terbatas, terutama di California, dan total unit yang terjual hanya sedikit. Salah satu alasannya adalah jarak tempuh baterai yang relatif pendek, hanya sekitar 161 km. Hal ini membuat MX‑30 sulit bersaing dengan EV lain yang bisa menempuh jarak lebih jauh. Selain itu, Mazda sempat mencoba bekerja sama dengan produsen China, Changan, untuk membuat EV. Meski begitu, langkah ini hanya menjadi “percobaan” karena Mazda belum memiliki EV sendiri yang dibangun dari nol. Kabar baik datang ketika Mazda terlihat sedang mengujicoba kendaraan listrik baru di Amerika Serikat, di sekitar pusat riset dan pengembangan mereka di Irvine, California. Dari pengamatan, mobil ini kemungkinan berbentuk crossover, mirip dengan CX‑50, tapi dengan desain lebih ramping dan bagian belakang lebih pendek. Mazda membangun EV ini di atas platform Skyactiv EV Scalable Architecture, platform khusus EV yang dirancang sendiri oleh Mazda. Mobil ini kemungkinan akan debut pada tahun 2027 dan masuk ke pasar AS pada 2028.Selain itu, Mazda menyiapkan rantai pasokan baterai yang kuat, bekerja sama dengan Panasonic dan AESC, serta membangun fasilitas perakitan baterai di Jepang. Ini memastikan mereka memiliki persediaan baterai untuk EV di masa depan.Mazda menargetkan periode 2028–2030 sebagai fase utama elektrifikasi penuh. Mereka berinvestasi untuk meningkatkan produksi EV di luar Jepang, seperti di Thailand, untuk mendukung model compact dan SUV listrik. Beberapa EV baru diperkirakan akan diluncurkan dalam waktu dekat, termasuk dua EV baru yang diproduksi di Thailand. Mobil listrik Mazda MX-30Mazda kini benar-benar fokus pada mobil listrik. Dengan platform EV sendiri, kemitraan strategis untuk baterai, dan peluncuran model EV bersama Changan, Mazda menunjukkan komitmen nyata menuju era elektrifikasi. EV pertama berbasis platform in-house kemungkinan hadir dalam beberapa tahun mendatang, membuka babak baru bagi Mazda sebagai produsen mobil global yang siap bersaing di pasar EV.