Banyak pengendara sepeda motor hanya memeriksa tekanan angin ban ketika ban terlihat kempis. Padahal, tekanan angin yang tidak sesuai rekomendasi pabrikan bisa berdampak langsung pada sistem kemudi, terutama komstir. Komstir yang bekerja terlalu berat akibat ban kurang angin akan lebih cepat aus. Jika kondisi ini dibiarkan terus-menerus, pengendara bisa mulai merasakan gejala seperti setang terasa berat, oblak, hingga muncul bunyi kasar saat motor berjalan. Ilustrasi servis komstir Ban Kurang Angin Membebani Komstir Budi Sagita, Manajer Training One M Komstir, bengkel spesialis komstir di Cibitung, Bekasi, mengatakan kerusakan komstir sering kali berawal dari kebiasaan penggunaan motor sehari-hari. “Motor dipakai harian, kadang-kadang dipakai ngojol, lebih dari 100 km kadang-kadang berjalan, dengan beban tumpuan di depan terlalu berat, kadang-kadang itu yang jadi penyebab kerusakan sebenarnya,” ujar Budi kepada Kompas.com, belum lama ini. Risiko tersebut menjadi lebih besar ketika tekanan angin ban tidak dijaga sesuai anjuran. Ban yang kurang angin membuat tapak ban melebar sehingga gesekan dengan permukaan jalan meningkat. Ilustrasi servis komstir motor Akibatnya, beban yang diteruskan ke area kemudi dan komstir menjadi lebih besar dari kondisi normal. Menurut Budi, hal inilah yang membuat usia pakai komstir lebih pendek. “Kurangnya kita mengecek tekanan angin, itu sangat penting terhadap kondisi komstir,” kata Budi. Ia menjelaskan, tekanan angin yang tidak sesuai akan memperparah efek beban berlebih, terutama saat motor membawa muatan tambahan di bagian depan. Ilustrasi motor matik membawa barang bawaan di dek tengah Hindari Membawa Beban Berat di Bagian Depan Dalam penggunaan harian, masih banyak pengendara yang membawa barang dengan bobot 60-80 kilogram di area depan motor. Padahal, setiap motor memiliki batas beban yang sudah ditentukan pabrikan, termasuk untuk tumpuan di bagian depan. “Sebenarnya kan dari SOP untuk rangka itu sudah ada, berat kilogramnya berapa untuk di tumpuan depan, maksimalnya, itu yang kadang-kadang kita kurang paham,” ucap Budi. Sebagai informasi, kapasitas gantungan depan motor umumnya hanya sekitar 1,5 kilogram. Komponen tersebut dirancang untuk barang ringan seperti tas belanja atau jas hujan, bukan untuk membawa galon air atau tabung gas elpiji. Ilustrasi komstir motor Jika motor terus digunakan dengan tekanan angin yang kurang dan beban depan berlebihan, komstir akan bekerja di luar batas idealnya. Bola-bola atau bearing komstir menjadi lebih cepat haus, pelumas kehilangan efektivitas, dan akhirnya timbul kerusakan. Gejala awal biasanya berupa setang yang terasa tidak stabil, seperti mengunci saat dibelokkan pelan, atau muncul bunyi tidak wajar ketika motor melewati jalan rusak maupun polisi tidur. Karena itu, Budi menekankan pentingnya kebiasaan sederhana namun krusial, yakni rutin mengecek tekanan angin ban. Menjaga tekanan sesuai rekomendasi pabrikan tidak hanya membuat ban lebih awet dan motor lebih nyaman dikendarai, tetapi juga membantu menjaga kondisi komstir tetap optimal sehingga kemudi terasa ringan dan stabil saat digunakan sehari-hari.