Suara mesin pada mobil kerap dikaitkan dengan kualitas oli. Bila suara menjadi lebih kasar daripada biasanya, sebagian orang akan mengganti oli agar suara mesin kembali normal. Lantas, apakah langkah tersebut sudah tepat atau hanya mitos belaka? Imun, pemilik bengkel Spesialis Ford Trucuk Klaten mengatakan salah satu tanda oli mesn sudah minta diganti adalah suara mesin mobil lebih kasar. Ganti oli mesin mobil “Suara kasar tersebut menjadi tanda bahwasanya terjadi penurunan performa sistem pelumasan pada mobil, bisa karena kekentalan berubah, atau volume kurang,” ucap Imun kepada KOMPAS.com, Kamis (26/2/2026). Viskositas oli mesin seiring pemakaian bisa berubah menjadi lebih encer, begitu juga volume oli berkurang karena penguapan. Dampaknya, suara mesin menjadi lebih kasar, dan begitu oli diganti suara kembali menjadi halus. Maka dari itu, penggantian oli mesin sebaiknya tidak terlambat, sehingga komponen mesin belum terjadi kerusakan. Bila komponen sudah aus, meski oli diganti, suara mesin tetap akan kasar. Hardi Wibowo, pemilik bengkel Spesialis Nissan - Honda Yogyakarta mengatakan viskositas oli mesin seiring pemakaian bisa berubah, volume oli juga bisa berkurang,” ucap Hardi kepada KOMPAS.com, belum lama ini. Fenomena tersebut bisa diamati pada gelas berisi cairan dengan volume dan massa jenis zat berbeda-beda. Sebagian gelas diisi bensin, air dan oli dengan level volume berbeda-beda. Satu per satu gelas-gelas tersebut dipukul menggunakan sendok untuk membedakan level suara yang dihasilkan. Gelas berisi zat cair dengan massa jenis lebih besar (oli) dan penuh akan menghasilkan suara lebih kecil. Sementara gelas berisi cairan dengan massa jenis lebih rendah (bensin) dan sedikit akan berbunyi lebih nyaring ketika dipukul. Maka dari itu, suara mesin kasar bisa disebabkan oleh kualitas dan volume oli yang sudah menurun atau waktunya diganti. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang