Dalam rutinitas penggunaan harian, kondisi kaki-kaki mobil sering berubah tanpa disadari. Mobil tetap bisa melaju normal, setir terasa seolah baik-baik saja, dan tidak ada bunyi mencurigakan. Namun di balik itu, sudut roda dan keseimbangan ban bisa saja sudah bergeser perlahan akibat tekanan jalan dan beban yang terus diterima. Menurut Denis, pemilik Garasi Oase, spooring dan balancing sebaiknya dijadikan perawatan berkala, bukan sekadar respons ketika muncul keluhan. “Perawatan seperti spooring dan balancing sebaiknya dilakukan secara rutin setiap 10.000 sampai 15.000 kilometer, atau sekitar enam bulan sekali, tergantung pemakaian kendaraan,” kata Denis kepada Kompas.com, Jumat (17/4/2026). Pentingnya melakukan spooring secara berkala Ia menjelaskan, perubahan kecil pada sudut roda memang tidak langsung terasa dalam waktu singkat. Akan tetapi, jika terus dibiarkan, dampaknya mulai terlihat dari hal-hal sederhana seperti posisi setir yang tidak lagi lurus atau muncul getaran saat mobil melaju di kecepatan tertentu. Ilustrasi pengecekan roda mobil untuk spooring dan balancing Kondisi tersebut menandakan roda tidak lagi bekerja dalam posisi ideal. Akibatnya, ban bisa terkikis tidak merata dan komponen kaki-kaki lain harus menanggung beban yang tidak seimbang. Denis menilai, banyak pemilik mobil baru melakukan spooring dan balancing setelah gejala tersebut muncul. Padahal, saat itu kondisi sudah mengalami pergeseran yang cukup jauh dibandingkan setelan awal. “Kalau dilakukan rutin, sudut roda bisa tetap terjaga. Jadi bukan memperbaiki, tetapi menjaga supaya tidak berubah jauh,” ujarnya. Melalui perawatan berkala, mobil tidak hanya terasa lebih stabil dan nyaman, tetapi juga lebih efisien dalam jangka panjang. Ban bisa digunakan lebih optimal, dan risiko kerusakan lanjutan pada sektor kaki-kaki dapat ditekan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang