Bagi yang ingin memodifikasi sepeda motor kesayangan, sentra otomotof Jalan Kebon Jeruk 3 di Jakarta Barat tentu bisa jadi tempat ideal untuk mencarinya. Kawasan ini menyuguhkan deretan toko dan bengkel yang menjual aksesoris untuk berbagai jenis sepeda motor. Sebut saja spesialis Vespa, motor bebek dari berbagai merek, skutik, hingga motor sport. Dahulu, jalan ini dikenal sangat ramai. Suasana riuh pembeli kerap membuat lalu lintas macet, bahkan pengunjung sering kesulitan untuk mendapatkan tempat parkir. Sentra Otomotif Jalan Kebon Jeruk 3 di Jakarta Barat Namun, berdasarkan pantauan Kompas.com di lapangan, kondisi jalan yang macet dan ramai itu kini sudah tidak lagi sama. Toko-toko di sepanjang jalan memang masih beroperasi, tetapi jumlah pelanggan yang datang bertransaksi secara langsung tidak sebanyak dahulu. Beberapa pemilik dan pengelola toko mengakui bahwa penurunan jumlah pengunjung ke kawasan Kebon Jeruk 3 mulai terasa signifikan sejak masa pandemi. Suasana Jalan yang Tak Lagi Macet Pemilik HNS Motoparts, Rendhy, mengungkapkan bahwa pergeseran perilaku konsumen yang didukung kehadiran platform e-commerce menjadi salah satu faktor utama yang memicu sepinya kawasan tersebut. Sentra Otomotif Jalan Kebon Jeruk 3 di Jakarta Barat “Kebon Jeruk ini semenjak COVID orang-orang mulai berkurang belanjanya. Apalagi sudah ada online juga kan sekarang. Tahun 2020 masih ramai. Setelah pandemi yang turun terus. Dulu jalan sampai macet, sekarang bisa dipakai main sepak bola. Mungkin gaya orang belanja sudah beralih,” ujar Rendhy kepada Kompas.com, Selasa (15/9/2026). Pergeseran ke Belanja Daring Kondisi serupa dirasakan oleh pihak toko Ratu Motor, spesialis Vespa. Menurutnya, kepraktisan berbelanja daring membuat masyarakat enggan datang langsung ke lokasi. “Orang sekarang pada mager ya, jadi sudah jarang yang datang. Apa semuanya online. Padahal kalau beli online belum tentu barang asli, sesuai dengan deskripsinya. Tapi tetap saja, ingin yang gampang. Begini saja keadaan toko,” kata dia. Ia mengenang kembali kejayaan kawasan ini sebelum pandemi melanda pada 2020 lalu, di mana akses jalan sangat padat dan sulit untuk dilalui kendaraan. “Waktu zaman-zaman sebelum COVID, pas COVID (2020), sampai jalanan tidak bisa dilewati, cari parkir juga susah,” katanya. Dampak dari tren belanja daring ini juga ditegaskan oleh pengelola Empire Moto Shop. Penurunan kunjungan tatap muka terasa terus berlanjut hingga saat ini. “Sekarang sudah sepi semenjak COVID. Belum lagi ada yang online,” pungkasnya.