Pabrikan roda dua Royal Enfield, membuka peluang untuk merakit sepeda motor di Indonesia seiring perkembangan pasar motor premium di Tanah Air. Namun, disampaikan Regional Marketing Manager Asia-Pacific Anindya Dwiastiti, rencana perakitan lokal masih dalam tahap pertimbangan dan belum ada keputusan final dari perusahaan. “Sejauh ini semua produk kita masih didatangkan dalam bentuk utuh (completely built up), CBU semua. Kita doakan saja (rakit lokal)," kata dia di Jakarta, Kamis (13/3/2026). Royal Enfield Guerrilla 450 "Kalau ada possibility ke sana, kita juga sedang pikirkan. Kalau dari figure (penjualan) sih sangat possible, mungkin kita melihat dahulu seperti apa,” lanjut Anindya. Menurut dia, keputusan untuk melakukan perakitan lokal akan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk perkembangan pasar serta potensi volume penjualan di Indonesia. Saat ini seluruh motor Royal Enfield yang dipasarkan di Indonesia diimpor langsung dari India. Model distribusi tersebut dipilih karena dinilai lebih efisien dibandingkan mengambil unit dari negara lain yang sudah melakukan perakitan. Termasuk dari kawasan Asia Tenggara, yakni Thailand yang sudah lebih dulu merakit motor Royal Enfield secara completely knocked down (CKD). Royal Enfield FT450, berbasis Guerilla 450 jadi motor flat tracker “Thailand sudah CKD, tapi kita tidak impor dari sana. Karena cost-nya itu bakalan lebih naik. Sebab di sana kan mereka komponennya impor dari India, kemudian dirakit di sana,” ujar Anindya. "Sehingga tentu akan ada tambahan biaya seperti work force dan lain sebagainya. Jadi kita putuskan langsung ambil dari India," jelasnya. Royal Enfield sendiri telah hadir di Indonesia selama sekitar satu dekade dan memasarkan berbagai model di segmen menengah hingga premium. Hingga saat ini, penjualan motor merek tersebut di Tanah Air telah melampaui 6.000 unit. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang