Menunda penggantian drive belt pada motor matik dapat menimbulkan berbagai risiko yang sering kali dianggap sepele oleh pengguna. Padahal, komponen ini memiliki peran vital dalam sistem penggerak kendaraan. Drive belt berfungsi sebagai penghubung antara mesin dan roda belakang melalui sistem continuously variable transmission (CVT). Tanpa komponen ini, tenaga mesin tidak dapat disalurkan dengan baik ke roda. Seiring pemakaian, drive belt akan mengalami keausan secara alami. Material karet yang digunakan bisa mengeras, retak, dan kehilangan elastisitasnya. Gio, pemilik bengkel sepeda motor Giovani Motor Cawas Klaten mengatakan jika penggantian drive belt ditunda, risiko paling umum adalah putus secara tiba-tiba. “Bila putus, bisa membuat motor langsung kehilangan tenaga di tengah perjalanan, motor tidak akan bisa melaju sama sekali. Pengendara pun terpaksa menepi, yang bisa berbahaya jika terjadi di jalan ramai,” ucap Gio kepada KOMPAS.com, Minggu (5/4/2026). Selain itu, drive belt yang sudah aus dapat menyebabkan performa motor menurun. Tarikan terasa berat dan akselerasi menjadi lebih lambat dari biasanya. Test ride Honda Vario 125 Street Kondisi tersebut membuat mesin bekerja lebih keras untuk mencapai kecepatan yang diinginkan. Akibatnya, konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros. “Risiko lain adalah kerusakan pada komponen CVT lainnya. Serpihan dari drive belt yang rusak bisa mengganggu kinerja pulley dan roller,” ucap Gio. Kerusakan pada komponen CVT tentu membutuhkan biaya perbaikan yang lebih besar. Hal ini jauh lebih mahal dibandingkan mengganti drive belt secara rutin. Tanda lain yang sering muncul adalah getaran dan bunyi kasar dari area CVT. Ini menunjukkan drive belt sudah tidak bekerja secara optimal. Dalam kondisi tertentu, putusnya drive belt juga dapat meningkatkan risiko kecelakaan. Terutama jika terjadi saat menyalip atau di jalan menanjak. “Penggantian drive belt sebaiknya dilakukan sesuai anjuran pabrikan seperti Honda dan Yamaha, umumnya setiap 20.000 - 25.000 kilometer, demi menjaga keamanan dan performa kendaraan,” ucap Gio. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang