Permintaan total (total demand) Mitsubishi Fuso terus mencatatkan pertumbuhan sepanjang 2026. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Mitsubishi Fuso mencatatkan penjualan wholesales sebanyak 17.535 unit sepanjang Januari-Juni 2026. Sementara itu, penjualan wholesale Mitsubishi Fuso dengan periode yang sama di tahun 2025 tercatat sebesar 11.442 unit. Terjadi kenaikan cukup signifikan, 53,2 persen. Aji Jaya, Sales and Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors, mengatakan, pertumbuhan tersebut diklaim ditopang oleh kontribusi masif dari penyerapan unit untuk proyek-proyek strategis pemerintah. "Di 2026 ini total permintaan itu banyak terkontribusi dari proyeknya pemerintah, utamanya kan Agrinas. Projek ini ditargetkan selesai sampai Desember 2026. Jadi kalau lihat dari data itu lonjakan dari 2025 ke 2026 cukup signifikan," katanya di ICE BSD, Rabu (29/7/2026). Pesanan dari Agrinas Apabila melihat perbandingan data industri, lonjakan permintaan dari tahun 2025 ke 2026 tergolong sangat tajam. Namun, Aji mengatakan, para pelaku industri menyoroti bahwa kenaikan pesat ini belum sepenuhnya mencerminkan daya beli murni pasar umum (general market), melainkan efek dari penyerapan skala besar oleh proyek pemerintah. Jika faktor pengadaan proyek Agrinas dikeluarkan dari kalkulasi data 2026, tren general market sebetulnya cenderung datar atau berada pada level yang kurang lebih sama dengan performa 2025, yang sebelumnya sempat mengalami penurunan dibandingkan tahun 2024. "Pertanyaannya tadi setelah ini selesai, tahun 2026, setelah 2027 seperti apa? Kalau pemerintah proyeknya selesai, otomatis kita harus kembali ke pasar umum. Nah, pasar umum dari 2024 ke 2025 kan turun. 2026 kurang lebih sama sebenarnya kalau Agrinas tidak hitung. Nah, 2027 tentunya kalau kita senang dan berharap ada proyek pemerintahan lagi. Itu akan bisa menstimulus pasar," katanya. Booth Mitsubishi Fuso Kembali General Market Aji juga mengatakan, pihaknya berharap dengan banyaknya proyek pemerintah ini jadi salah satu peluang untuk kendaraan komersial karena di 2027 bisa dapat kesempatan lagi untuk menjual lebih banyak. Kalau di 2027 masih ada lanjutan atau proyek lain dari pemerintah, tentunya itu akan berdampak positif pada total permintaan penjualan produk. "Kalau proyek pemerintah selesai di 2026, otomatis pasar harus kembali ke general market. Jika hanya mengandalkan murni pasar umum, dibandingkan tahun 2026 tentu angkanya akan kembali ke level normal," ujar narasumber industri terkait. Artinya, tanpa keberlanjutan proyek pemerintah di tahun 2027, total volume penjualan kendaraan komersial berisiko mengalami penurunan jika dibandingkan dengan pencapaian puncak (peak) tahun 2026. "Jika dibandingkan secara apple-to-apple untuk segmen non-proyek pemerintah, pasar kendaraan komersial diprediksi masih sanggup tumbuh secara moderat di kisaran 5 hingga 10 persen pada tahun 2027," kata Aji.