Jorge Martin ngamuk usai terjatuh dan gagal melanjutkan balapan. Dia bahkan mendorong salah satu kru Aprilia di garasi. Kini Martin meminta maaf atas perbuatannya itu.Jorge Martin gagal meraih poin di seri MotoGP Catalunya. Di gelaran Sprint Race, Martin terjatuh dan tak lagi bisa melanjutkan balapan. Padahal dia sangat optimis bisa meraih kemenangan di Sirkuit Montmelo, Barcelona. Nasib buruk masih menghantui Martin di balapan utama. Petaka itu datang saat balapan diulang untuk kedua kalinya. Martin yang tengah berada di posisi kedua, ditabrak Raul Fernandez dari belakang hingga tersungkur ke gravel. Fernandez justru terus melanjutkan balapan. FIM kemudian memutuskan tak ada sanksi yang diberikan atas insiden tersebut. Martin lalu kembali ke paddock sembari bertepuk tangan dengan gestur sarkas ke kru tim Aprilia.Beberapa kru kemudian menenangkan sambil menepuk-nepuk Martinator. Tapi tiba-tiba dia mengamuk dan meluapkan kekesalan ke kru Aprilia, bahkan mendorong salah satu kru di sana."Saya memang punya potensi untuk meraih kemenangan, tapi begitulah balapan. Bagaimanapun, saya akan mengambil sisi positifnya, yaitu saya memang cepat," tutur Martin dalam wawancara dengan MotoGP.com.[Gambas:Instagram]"Saya juga ingin mengatakan bahwa saya sangat kecewa saat masuk ke pit. Saya berusaha untuk tetap tenang selama balapan, tapi begitu saya masuk (garasi), ketegangan langsung terasa," ucapnya lagi.Dia mengaku sudah meminta maaf langsung ke manajer Aprilia Paolo Bonora yang didorongnya itu. Martin menyadari hal itu tak seharusnya dilakukan."Saya mencari di kantornya tapi dia tidak ada, jadi saya akan pergi sekarang," ungkap Martin.Gagal meraih poin di Catalunya memang merugikan bagi Martin. Terlebih dia tengah dalam perburuan gelar juara dunia MotoGP tahun 2026. Bila sebelumnya Martin hanya terpaut 1 poin dari sang pemuncak klasemen Marco Bezzecchi, kini dia tertinggal 15 poin. Sebelum Martin ngamuk-ngamuk, CEO Aprilia Massimo Rivola juga terekam kamera mengungkapkan kekesalannya atas aksi Fernandez ke kepala tim Trackhouse, Davide Brivio.