Penjualan sepeda motor di Indonesia sepanjang 2025 menunjukkan tren yang relatif stabil dengan kecenderungan menguat, meski sempat terkoreksi pada penghujung tahun. Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) dilansir pada Jumat (9/1/2026), penjualan motor pada Desember 2025 tercatat mencapai 461.925 unit. Angka tersebut turun dibandingkan November 2025 yang membukukan 523.591 unit. Secara bulanan atau month to month (MtM), penjualan motor Desember 2025 mengalami penurunan sekitar 11,8 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Ilustrasi perakitan motor di pabrik Yamaha Koreksi ini lazim terjadi menjelang akhir tahun, ketika daya beli masyarakat mulai tertahan dan sebagian konsumen menunda pembelian ke awal tahun berikutnya. Meski demikian, performa Desember 2025 justru lebih baik jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dibandingkan Desember 2024 yang mencatatkan penjualan 403.480 unit, angka Desember 2025 tumbuh sekitar 14,5 persen secara year on year (YoY). Booth Suzuki di IMOS 2025 Kenaikan tahunan ini menunjukkan bahwa permintaan sepeda motor masih terjaga, meskipun industri otomotif nasional dihadapkan pada berbagai tantangan. Secara akumulatif, total penjualan motor nasional sepanjang 2025 mencapai 6.412.769 unit. Angka ini naik dibandingkan total penjualan tahun 2024 yang tercatat sebanyak 6.333.310 unit. Secara tahunan, penjualan motor 2025 tumbuh sekitar 1,25 persen dibandingkan 2024. Kenaikan ini tidak terlalu besar, tetapi cukup menegaskan bahwa pasar sepeda motor masih berada di jalur positif. Booth Kawasaki di IIMS 2024 Jika ditarik lebih panjang, tren penjualan motor nasional menunjukkan pemulihan yang konsisten sejak pandemi. Pada 2023, total penjualan motor tercatat 6.236.992 unit, lalu meningkat menjadi 6.333.310 unit pada 2024, dan kembali naik ke 6.412.769 unit pada 2025. Artinya, dalam dua tahun terakhir, pasar sepeda motor tumbuh sekitar 2,8 persen secara kumulatif. Sementara itu, dibandingkan periode yang lebih jauh, lonjakan penjualan terlihat cukup signifikan. Dari 5.221.470 unit pada 2022 ke 6.412.769 unit pada 2025, terjadi kenaikan sekitar 22,8 persen dalam tiga tahun. Booth TVS di IMOS 2025 Bahkan jika dibandingkan dengan tahun 2020 yang hanya mencatatkan 3.660.616 unit akibat dampak pandemi, penjualan motor 2025 melonjak sekitar 75 persen. Atau bisa dibilang, sudah kembali ke masa sebelum pandemi, di mana ketika tahun 2019, penjualan motor berada di level 6.487.460 unit setahun. Dalam laporan AISI terbaru, tidak disertakan rincian segmentasi berdasarkan jenis motor, seperti bebek, skutik, maupun sport. Komparasi Suzuki Nex Crossover dan Honda Beat Street Namun, jika merujuk data kuartal awal 2025 yang masih memuat segmentasi tersebut, motor skutik tetap menjadi tulang punggung pasar roda dua nasional. Pangsa pasar skutik tercatat mendominasi dengan porsi lebih dari 90 persen dari total penjualan. Sebaliknya, segmen motor bebek dan sport terus mengalami penyusutan. Pada awal 2025, kontribusi motor bebek hanya sekitar 3,37 persen, sementara motor sport berada di kisaran 2,89 persen. Motor listrik Honda di booth Honda pada IIMS 2025 Berikut ini angka penjualan motor di Indonesia berdasarkan data AISI: Tahun 2025: 6.412.769 unit - Tahun 2024: 6.333.310 unit - Tahun 2023: 6.236.992 unit - Tahun 2022: 5.221.470 unit - Tahun 2021: 5.057.516 unit - Tahun 2020: 3.660.616 unit Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang