Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho resmi memerintahkan penghentian sementara penindakan pelanggaran lalu lintas atau tilang di wilayah-wilayah yang terdampak bencana. Kebijakan tersebut berlaku mulai dari Aceh hingga Sumatera, dengan prioritas dialihkan pada operasi kemanusiaan dan pembukaan akses bantuan. Langkah tersebut diambil menyusul banjir bandang, longsor, serta kerusakan sejumlah ruas jalan utama yang menahan arus logistik. Ilustrasi tilang. Pengendara bisa menunjukkan foto atau video call untuk menunjukkan SIM dan STNK saat ditilang polisi. Ia lantas mengarahkan seluruh jajaran untuk meninggalkan pola tugas rutin dan beralih ke pola operasi kemanusiaan. Dasar pelaksanaan merujuk pada diskresi kepolisian di Pasal 18 UU No. 2 Tahun 2002 serta Pasal 260 UU No. 22 Tahun 2009. “Operasi ini bukan hanya upaya teknis, tetapi juga wujud pengabdian terhadap keselamatan masyarakat immerse,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (5/12/2025). Instruksi ini mengikat seluruh Dirlantas dan Kasat Lantas di daerah rawan bencana. Seluruh kekuatan personel diarahkan untuk membuka jalur, mengevakuasi warga, serta mengawal alat berat menuju titik longsor. Adapun mekanisme pengawalan dilakukan secara estafet untuk menjaga kelancaran mobilitas. Kondisi Jakan Raya Dayeuhkolot, yang tergenang banjir luapan sungai Citarum setinggi 1,5 meter Jumat (5/12/2025) Polantas juga ditugasi menjadi pathfinder, memastikan jalur bantuan tetap terbuka hingga ke tingkat desa. Di lapangan diterapkan skema Green Wave, yakni prioritas penuh bagi ambulans, kendaraan logistik, truk sembako, hingga distribusi BBM ke titik terdampak. Agus menegaskan kendaraan dinas harus menjadi lifeline bagi masyarakat. Armada seperti double cabin dan truk lalu lintas diproyeksikan untuk evakuasi kelompok rentan sekaligus menopang suplai logistik ke wilayah yang terisolasi. Pos polisi terdekat akan diaktifkan sebagai Posko Polantas Tanggap Bencana, menyediakan air minum, tempat istirahat, serta pusat informasi bagi warga maupun relawan. “Setiap personel diharapkan menunjukkan empati dan profesionalitas dalam menjalankan peran sebagai garda terdepan pada masa bencana. Operasi ini bukan hanya upaya teknis, tetapi juga wujud pengabdian terhadap keselamatan masyarakat,” tegasnya. “Kehadiran Polantas menjadi representasi negara dalam memberikan perlindungan pada situasi sulit yang dihadapi warga. Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran atas dedikasi yang telah diberikan," tutup Agus. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang