HRI Management membuka babak baru dalam program pembinaan pembalap muda dengan merekrut Ananda Zayn Neymar untuk memperkuat tim di ajang balap touring nasional. Pembalap berusia 14 tahun itu dipersiapkan untuk tampil di kelas ITCR 1500 menggunakan Honda City Hatchback. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya HRI Management dalam mengembangkan talenta muda di dunia balap. Dengan usia yang masih belia, Zayn dinilai memiliki potensi untuk berkembang melalui program pembinaan yang berkelanjutan. Lahir di Makassar pada 16 April 2012, Zayn saat ini masih menempuh pendidikan di tingkat SMP di Metro School. Di tengah aktivitasnya sebagai pelajar, ketertarikannya terhadap dunia otomotif terus membawanya menekuni olahraga balap. Kesempatan bergabung dengan HRI Management bermula setelah penampilannya pada putaran kedua kompetisi. Saat itu, Zayn mendapat perhatian dari Avila Bahar yang kemudian mengajaknya berdiskusi mengenai peluang bergabung dalam program pembinaan HRI. “Awalnya setelah seri 2 saya diajak Avila untuk ngobrol, akhirnya sampai ke ajakan untuk masukin Neymar di project HRI. Melihat potensi Neymar dan umur yang masih muda, jadi ya kita gaskan,” kata Zayn, dalam keterangan resminya. HRI Management melihat usia muda Zayn sebagai modal penting untuk menjalani proses pembelajaran dalam jangka panjang. Melalui program tersebut, ia diharapkan dapat menambah pengalaman sekaligus beradaptasi dengan atmosfer kompetisi balap touring nasional. Bergabung dengan tim pabrikan juga dinilai memberikan keuntungan tersendiri bagi Zayn. Selain memperoleh pengalaman teknis, ia juga berkesempatan belajar dari pembalap senior seperti Alvin Bahar dan Avila Bahar. “Pastinya karena HRI ini kan tim pabrikan, jadinya pasti kita yakini bisa buat Neymar lebih berkembang ke depannya. Banyak exposure lain yang Neymar dapatkan nanti di HRI, selain ilmu balap dari Om Alvin dan Avila tentunya,” lanjutnya. Untuk mempercepat proses adaptasi, HRI Management telah menyiapkan program khusus bagi Zayn. Program tersebut difokuskan agar ia mampu memahami karakter mobil, lintasan, serta meningkatkan konsistensi saat berlaga di kelas ITCR 1500. “Neymar memang dapat program oleh HRI agar bisa cepat beradaptasi dan bisa jadi kencang, tentunya di bawah pegangan Avila secara langsung,” katanya. Di luar aktivitas balap, Zayn tetap menjalani keseharian sebagai seorang pelajar. Ia mengaku memiliki ketertarikan pada musik sebagai hobi, sementara di dunia motorsport, Kimi Antonelli menjadi salah satu pembalap yang diidolakannya. Kini, fokus Zayn tertuju pada proses adaptasi bersama Honda City Hatchback yang akan digunakannya di kelas ITCR 1500. Kesempatan tersebut menjadi langkah baru dalam perjalanan kariernya untuk menambah pengalaman sekaligus mengukur kemampuan di tengah persaingan balap touring nasional. Dengan usia yang masih muda, perjalanan Zayn bersama HRI Management diharapkan menjadi bagian dari proses pembinaan jangka panjang. Tidak hanya mengejar hasil instan, program tersebut juga ditujukan untuk membangun pengalaman serta mengembangkan potensi pembalap muda tersebut di masa mendatang.