Pegokart muda Indonesia, Syabil Umar Basalamah, tampil tanpa cela pada Kejurnas Gokart Eshark Rok Cup 2026 putaran pertama di Sentul International Karting Circuit, Bogor, Minggu (25/1/2026). Meski baru berusia 9 tahun, Syabil menunjukkan mental juara. Membela Delta Kart Racing Team, ia memborong tiga gelar juara pertama sekaligus di kelas Junior yang diikuti 15 pegokart. Tiga trofi tersebut diraih dari kelas Junior Final A, Junior Final B, serta kategori IMI Provinsi DKI Jakarta. Tak heran, Syabil harus bolak-balik naik podium sepanjang hari. "Alhamdulillah, hari ini menjadi perfect weekend. Selain memborong 3 trofi juara pertama, sekaligus menjadi ajang revans saya dengan Michael Vino Satrio di Macau, pekan lalu," ucap Syabil, dalam keterangan resmi, Senin (26/1/2026). Pekan sebelumnya, Syabil memang baru saja mencatatkan prestasi membanggakan di ajang Champion of The Future di Kartodromo de Coloane, Macau. Ia menjadi satu-satunya pegokart Indonesia yang naik podium dengan finis ketiga. Namun, hasil tersebut rupanya masih menyisakan ganjalan. Putra pertama pasangan Umar Abdullah dan Mouzalina itu sempat finis kedua pada race pertama dan kelima pada race kedua. Pada race pembuka, ia harus mengakui keunggulan Michael Vino Satrio yang keluar sebagai juara. Kekalahan itu disebut membuat Syabil sulit tidur. Ia merasa punya peluang besar meraih posisi pertama, namun kehilangan momentum akibat overshoot saat mencoba menyalip di lap terakhir. Pegokart muda Indonesia, Syabil Umar Basalamah, tampil tanpa cela pada Kejurnas Gokart Eshark Rok Cup 2026 putaran pertama di Sentul International Karting Circuit, Bogor, Minggu (25/1/2026). Keyakinan itu terbawa hingga ke Sentul. Meski memulai Final Junior A dari posisi kedua, Syabil sudah menargetkan kemenangan. Salah satu modalnya adalah catatan waktu tercepat pada sesi heat, Sabtu (24/1/2026). Start yang apik menjadi kunci. Syabil langsung menempel ketat Michael dan berhasil merebut posisi terdepan di tikungan keempat. Setelah itu, ia menjaga ritme hingga 16 lap tuntas tanpa mampu dikejar rival-rivalnya. Tantangan belum berakhir. Sebagai pemenang Final Junior A, Syabil harus memulai Final Junior B dari posisi kedelapan, hanya berselang sekitar tiga jam kemudian. Dengan balapan yang rapi dan penuh perhitungan, Syabil perlahan menyalip satu per satu pesaingnya. Arahan dari Ijaz, mekanik Double R Motorsport yang ikut menanganinya, turut berperan penting hingga akhirnya kembali memimpin balapan dan mengunci kemenangan ketiga. Atas pencapaian tersebut, Syabil tak lupa menyampaikan apresiasi kepada orang-orang terdekat yang selama ini mendukung kariernya di lintasan. "Ucapan terima kasih, terkhusus kepada Green Montesorry School yang selalu memberi izin saya untuk balapan ke luar negeri," kata Syabil. Saat ini, Syabil tercatat sebagai siswa kelas 4 di sebuah sekolah internasional di Jakarta Selatan. Dukungan sekolah dinilainya krusial, mengingat agenda balapnya masih padat. Dalam waktu dekat, ia dijadwalkan tampil secara beruntun di ajang IAME X30 Asia di Malaysia, dilanjutkan Asia Pacific Karting Championship di sirkuit yang sama pada pekan berikutnya. Akhir pekan di Sentul pun menjadi penanda bahwa langkah Syabil di dunia balap gokart internasional kian matang. Tiga trofi, satu revans tuntas, dan kepercayaan diri yang terus tumbuh. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang