Mobil listrik mulai semakin banyak ditemui di pasar otomotif Indonesia. Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya terlihat di pasar mobil bekas. Director of PT Astra Digital Mobil (OLX), Agung Iskandar, mengatakan, salah satu penyebabnya adalah siklus pergantian mobil masyarakat Indonesia yang umumnya berada di kisaran tiga sampai lima tahun. Artinya, mobil listrik yang baru dibeli dalam beberapa tahun terakhir belum banyak masuk ke fase pergantian pemilik atau tukar tambah. "Datanya itu menunjukkan di Indonesia, orang ganti mobil dari baru itu umumnya di tiga sampai lima tahun. Jadi, minimum pakai tiga tahun baru mulai coba banyak yang ganti mobil, ganti mobil lama," ujar Agung, di Menara Astra, Jakarta Pusat, Rabu (23/9/2026). Menurut dia, kondisi tersebut membuat pasokan mobil listrik bekas saat ini masih relatif terbatas. Sebab, sebagian besar kendaraan listrik yang masuk ke pasar Indonesia masih tergolong baru. Bahkan, sejumlah model kendaraan listrik baru mulai diluncurkan secara masif pada 2024 hingga 2025. "Berarti kalau kita lihat tiga tahun ke belakang, itu 2023 atau 2022-lah kalau di siklusnya," kata dia. "Ini itu memang baru, kebanyakan diluncurkan itu tahun 2024, 2025. Jadi, bisa dibilang yang masuk sekarang ke pasar mobil bekas ya baru nilai awal-awalnya saja," lanjutnya. Wuling Air ev Porsi EV dan Hybrid di Pasar Mobil Bekas Kondisi tersebut juga tercermin dari komposisi iklan kendaraan di OLX. Agung mengatakan, dari sekitar 100.000 iklan mobil yang masuk setiap bulan di OLX, kendaraan listrik dan hybrid masih mengambil porsi yang relatif kecil. "Kalau kita lihat di iklan baris OLX, yang untuk mobil itu kurang lebih 100.000 iklan per bulan, komposisi mobil battery EV dan hybrid EV itu masing-masing satu persen, satu persen," ujarnya. Meski demikian, dia menyebut terdapat pertumbuhan dibandingkan tahun sebelumnya. "Kalau kita lihat data tahun lalu, BEV sama hybrid itu cuma 0,5 persen, atau setengah persen. Jadi sekarang kalau digabung double, tapi secara absolute cuma 2 persen," katanya. Menurut dia, kondisi tersebut masih berkaitan dengan usia kendaraan listrik yang beredar di Indonesia. Konsumen yang membeli mobil listrik baru pada 2024 atau 2025, misalnya, kemungkinan belum memasuki siklus pergantian kendaraan pada 2026. "Jadi, masih tipis ya untuk penjualannya saat ini, mungkin tapi tahun-tahun berikutnya kita pasti akan lebih banyak lagi," ujar dia. Pasar Mobil Listrik Bekas Berpotensi Bertambah Seiring bertambahnya usia kendaraan listrik yang saat ini beredar di jalan, pasokan mobil listrik bekas diperkirakan akan ikut meningkat. Hal ini terjadi ketika pemilik kendaraan mulai memasuki siklus pergantian mobil, baik dengan menjual kendaraan lamanya maupun melakukan tukar tambah dengan mobil baru atau mobil bekas lainnya. "Belum masuk ke siklusnya, yang punya mobil EV untuk melakukan tukar tambah mobil. Mungkin beberapa tahun ke depan kita akan mulai melihat pertumbuhan yang signifikan, karena pasti ada gap dari periode penjualan mobil baru lalu masuk ke pasar mobil bekas," kata dia. Dengan demikian, meski pilihan mobil listrik bekas di pasar saat ini masih terbatas, pertumbuhan populasi kendaraan listrik baru dalam beberapa tahun terakhir berpotensi menambah pasokan di pasar mobil bekas pada periode berikutnya.