Mengendarai sepeda motor memang membutuhkan keahlian yang bisa dilatih seiring berjalannya waktu. Namun, untuk bisa selamat di jalan raya, sekadar mahir mengendalikan setang tidaklah cukup. Pengendara wajib membiasakan diri membaca situasi dan mengantisipasi bahaya di sekitar. Kecelakaan lalu lintas yang kerap terjadi di jalanan umumnya dipicu oleh minimnya kemampuan antisipasi. Dampaknya, pengguna jalan lain yang sudah berkendara dengan tertib justru menjadi korban. Seperti insiden yang baru saja terjadi di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (4/10/2026) pagi. Pengemudi ojek online yang sedang berhenti di zebra cross untuk memberi jalan bagi pejalan kaki justru ditabrak dari belakang oleh pengendara lain. Yayasan Astra Honda Motor mengajak anak muda kampanyekan safety riding lewat video pendek kreatif di TikTok, Instagram, dan YouTube. Belajar Membaca Situasi Lebih Jauh Head of Safety Riding Promotion Wahana Agus Sani menegaskan bahwa kebiasaan membaca situasi, kondisi, dan melakukan antisipasi harus selalu diterapkan demi menekan risiko kecelakaan di jalan raya. “Menurut saya itu memang harus dibiasakan saat berkendara, jangan cuma lihat motor atau mobil yang persis di depan kita, tapi coba lihat kondisi beberapa meter ke depan, ada zebra cross, persimpangan, kendaraan berhenti, atau tidak,” ujar Agus kepada Kompas.com, Minggu (4/10/2026). Potensi Bahaya di Jalanan Sepi Kebanyakan pengendara beranggapan bahwa kondisi jalanan yang sepi saat akhir pekan relatif aman. Padahal, situasi tak terduga justru rawan timbul ketika pengendara mengendurkan tingkat kewaspadaannya. “Jadi meskipun weekend, jangan langsung kita berpikiran jalanan pasti sepi, tetap anggap ada potensi kendaraan atau pejalan kaki yang muncul, sehingga kita punya cukup waktu untuk mengurangi kecepatan dan mengantisipasi,” kata Agus. Kesadaran untuk selalu mengamati dinamika lalu lintas dan mengontrol laju kendaraan menjadi kunci utama keselamatan. Dengan meningkatkan kemampuan membaca situasi dan tidak meremehkan kondisi jalanan yang sepi, pengendara tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga menjaga keselamatan pengguna jalan lainnya dari risiko kecelakaan fatal.