Strategi pengembangan mobil nasional dinilai tidak harus dimulai dengan membangun pabrik baru berskala besar. Di tengah tantangan industri otomotif, pemanfaatan kapasitas produksi yang belum optimal di pabrik-pabrik dalam negeri dianggap sebagai langkah yang lebih rasional dan berkelanjutan. “Kami tidak ingin membangun pabrik besar sejak awal karena itu sangat berisiko,” ujar Harsusanto, Presiden Direktur PT Teknologi Militer Indonesia, kepada Kompas.com, Kamis (15/1/2026). Menurut Harsusanto, kondisi industri otomotif nasional saat ini menunjukkan masih adanya kapasitas produksi yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Sejumlah pabrikan bahkan memiliki fasilitas dengan kemampuan produksi besar, namun realisasinya jauh di bawah kapasitas terpasang. “Ternyata banyak pabrikan di Indonesia yang kapasitasnya idle,” kata Harsusanto. Ia mencontohkan, terdapat pabrik dengan kapasitas produksi hingga 100.000 unit per tahun, tetapi yang terpakai hanya sekitar sepertiganya. Situasi ini, menurut dia, membuka peluang kolaborasi tanpa harus menggelontorkan investasi besar untuk membangun fasilitas baru. Interview eksklusif dengan Presiden Direktur TMI Harsusanto “Ada pabrik dengan kapasitas 100 ribu unit, tapi terpakai hanya sepertiganya,” ujarnya. Karena itu, pendekatan kolaboratif dipilih sebagai jalan tengah yang dinilai lebih aman dari sisi bisnis sekaligus memberi manfaat bagi industri nasional. Pemanfaatan idle capacity memungkinkan produksi dilakukan secara bertahap, seiring pertumbuhan pasar dan kesiapan ekosistem. “Kolaborasi dengan memanfaatkan idle capacity jauh lebih rasional,” ucap Harsusanto. Ia menegaskan, skema kerja sama tersebut tidak hanya menguntungkan satu pihak. Selain menekan risiko investasi, kolaborasi juga membantu mengoptimalkan fasilitas industri yang sudah ada dan menjaga keberlangsungan tenaga kerja. “Ini sama-sama untuk Indonesia,” kata Harsusanto. Pendekatan ini menunjukkan bahwa pengembangan mobil nasional tidak selalu harus identik dengan pembangunan pabrik baru. Dengan memanfaatkan kapasitas yang tersedia dan mendorong kolaborasi, industri otomotif dalam negeri diharapkan bisa tumbuh lebih efisien dan berkelanjutan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang