Jika berkunjung ke sejumlah kota di China, khususnya kawasan industri, ada satu pemandangan yang cukup umum ditemui, yaitu banyak mobil yang tidak selalu terlihat bersih meskipun tergolong baru atau modern. Fenomena ini banyak dijumpai di kota industri seperti Wuhu. Salah seorang karyawan swasta setempat, Wang, menyebut gaya hidup dan tuntutan pekerjaan menjadi faktor utama di balik kondisi tersebut. "Orang di sini sibuk bekerja. Etos kerjanya tinggi karena tuntutannya juga tinggi," ujar dia saat berbincang bersama Kompas.com di Wuhu, China, Senin (27/4/2026). ilustrasi mobil di China Menurut dia, padatnya aktivitas harian membuat banyak pemilik kendaraan tidak memiliki cukup waktu untuk mencuci mobil, baik secara mandiri maupun menggunakan jasa profesional seperti layanan car wash. Selain faktor waktu, biaya juga menjadi pertimbangan bagi sebagian pemilik mobil karena tarif cuci mobil di sana relatif tidak murah. Untuk mobil berukuran kecil, biaya cuci eksterior berkisar 30 hingga 40 yuan atau sekitar Rp 65.000 hingga Rp 85.000. Sementara untuk kendaraan berukuran lebih besar atau kategori premium, tarifnya bisa lebih tinggi. "Ini untuk pembersihan eksterior saja, belum dengan interior seperti vacuum, pengelapan jok, dan lain sebagainya. Itu ada biaya tambahan lagi, mungkin sekitar 20-30 yuan," ucap Wang. "Jadi mungkin bisa 80-100 yuan (setara 176.000 hingga Rp 200.000) untuk cuci mobil secara menyeluruh. Sementara tak semua orang punya waktu untuk membersihkan mobilnya sendiri," lanjut dia. Lalu lintas di Wuhu, China Meski begitu, Wang menegaskan bahwa kebiasaan tersebut tidak berlaku bagi semua orang. Ada juga pemilik kendaraan yang tetap rutin mencuci mobilnya, baik karena preferensi pribadi maupun kebutuhan tertentu. "Tergantung orangnya. Ada yang merasa mampu untuk ke car wash. Ada juga yang mencuci sendiri di waktu senggangnya," kata dia. ilustrasi mobil di China Hal senada juga disampaikan Jess, seorang petugas hotel yang ditemui terpisah. Menurutnya, mencuci kendaraan bukan termasuk aktivitas yang menjadi prioritas selama kendaraan masih berfungsi optimal sebagai alat transportasi. "Selama tidak mengganggu, saya rasa tidak masalah. Tetapi memang sesekali saya ke car wash terdekat kalau libur cukup panjang," katanya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang