— Tidak semua mobil bekas nilainya terus turun seiring waktu. Beberapa model justru mengalami peningkatan harga karena faktor kelangkaan dan tingginya minat dari para penggemar. Biasanya, hal ini terjadi pada mobil yang memiliki nilai historis, karakter khas, atau sudah tidak lagi diproduksi dalam versi barunya. Menurut Agus, pemilik Autofocus, mobil yang berpotensi naik harga biasanya memiliki keseimbangan langka antara jumlah produksi dan permintaan pasar. “Kalau unitnya sedikit tapi peminatnya banyak, harganya bisa naik. Contohnya seperti Mercedes-Benz G-Class Heritage atau Toyota Century, yang produksinya terbatas tapi penggemarnya besar,” ujarnya kepada Kompas.com, Selasa (28/10/2025). Toyota Kijang Innova Diesel Bekas Sementara itu, Thung Andi Supriadi, pemilik showroom Rendani Mobil, menambahkan bahwa mobil yang sudah disuntik mati kerap menjadi incaran karena sulit dicari dalam kondisi baik. “Biasanya mobil yang sudah tidak diproduksi lagi, tapi punya basis penggemar kuat, harganya cenderung stabil bahkan naik. Misalnya Innova diesel tipe V keluaran 2012 sampai 2018, sekarang banyak dicari,” katanya. Ia juga menilai, faktor hobi dan komunitas memainkan peran penting dalam menjaga nilai jual. “Beberapa model jadi mobil kesenangan, bukan sekadar alat transportasi. Karena jumlahnya terbatas dan banyak diburu kolektor, harganya bisa naik tajam di pasar bekas,” tutur Andi. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.