Merawat sokbreker motor bukan cuma soal memastikan suspensi tetap empuk. Lebih dari itu, bagian as sokbreker justru memegang peran paling penting dalam menjaga keutuhan secara keseluruhan. Rivki Gunawan, CEO GG Suspension, bengkel spesialis sokbreker di Bekasi mengatakan, selama kondisi as masih mulus dan tidak bocor, performa sokbreker umumnya masih aman. Namun, ketika as mulai rusak, potensi kebocoran bisa terjadi kapan saja. “Nah, kalau as-nya sudah jelek, sudah cacat, misalnya muncul bintik atau baret halus tapi dalam, itu sudah berpotensi bocor,” ujar Rivki, kepada Kompas.com (2/11/2025). Ilustrasi servis sokbreker motor Rivki menjelaskan, tekanan oli di dalam sokbreker sangat besar, terutama setelah dilakukan servis berkala. Maka dari itu, jika bagian as sudah cacat, solusinya bukan amplas atau poles, melainkan ganti baru. “Karena tekanan oli di bawah itu besar banget. Apalagi setelah dilakukan refreshment, tekanannya kembali lebih besar dibandingkan ketika viskositas olinya sudah menurun," ucap Rivki. "Makanya, kalau as-nya sudah cacat atau bintik, lebih baik diganti saja. Karena itu sumber utama kebocoran,” kata dia. Sokbreker belakang motor Honda Vario 160 Rivki menambahkan, as sokbreker yang sudah cacat tidak bisa diperbaiki dengan cara diakali. Misal dengan mengamplas bagian yang bintik atau baret, sehingga tersamar dengan bagiaan lainnya. “Kenapa as gak bisa ‘diakali’? Karena presisi antara as dan sil itu penting. Kalau diratakan pakai amplas nol, sekian milimeter saja bisa langsung celong dan bocor. Oli langsung merembes,” kata Rivki. “Jadi kalau sudah bintik atau baret dalam, kami enggak mau ambil risiko amplas, karena nanti pelanggan bisa komplain lagi. Lebih aman ganti baru,” ujarnya. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.