Driver ojek online (ojol) mulai menyerbu SPBU Pertamina di sejumlah titik di kawasan Jakarta Selatan (Jaksel), Selasa (31/3). Hal tersebut merupakan bentuk antisipasi soal kemungkinan harga BBM naik mulai Rabu (1/4).Menurut pantauan detikOto di sekitar MT Hariyono, Tebet dan Rasuna Said, driver ojol mulai membuat antrean panjang di SPBU. Bukan hanya Pertalite, 'pasukan hijau' itu juga berbondong-bondong membeli Pertamax. Salah satu driver ojol yang kami temui, Hilman mengaku, lebih baik antre panjang untuk mendapat harga murah, ketimbang sepi namun harus membayar mahal. Sebab, bagi pekerja jasa sepertinya, berapapun nominalnya terasa sangat berarti."Ya mending antre sekarang daripada malem. Kalau malem, pasti lebih rame. Besok sih sepi, tapi kan takutnya beneran naik. Kita mah Rp 1 ribu juga berarti," ujar Hilman saat ditemui detikOto di Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (31/3).Antrean ojol di SPBU Jakarta Selatan. Foto: Rizky Rizaldy/detik.comMeski demikian, Hilman berharap, kabar kenaikan BBM tak benar-benar terjadi. Sebab, penyesuaian harga membuat penghasilannya makin menipis."Harapannya sih nggak usah naik lah, repot, untung makin dikit," kata pria paruh baya tersebut.Sejak konflik Timur Tengah memanas, sejumlah negara di Asia Tenggara ramai-ramai mulai menaikkan harga BBM. Sementara Indonesia masih terkesan menahan diri. Namun, sejak 1-2 hari terakhir, ada kabar yang mengatakan, pemerintah mulai berpikir mengambil langkah serupa.Kabar baiknya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memastikan, pemerintah bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Pertamina memutuskan belum akan menyesuaikan harga BBM subsidi dan nonsubsidi di Indonesia."Jadi perlu kami sampaikan bahwa setelah kami melakukan koordinasi, dalam hal ini pemerintah dan Kementerian ESDM bersama dengan Pertamina dan atas petunjuk dari Bapak Presiden, Bapak Presiden selalu mengedepankan kepentingan rakyat dan kepentingan masyarakat di dalam mengambil sebuah keputusan," tutur Prasetyo."Oleh karena itulah, Pertamina menyatakan bahwa Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga baik untuk BBM subsidi maupun BBM nonsubsidi," kata dia menambahkan.