Persaingan segmen SUV listrik kian sengit. Segmen ini kedatangan Toyota Urban Cruiser EV yang menjadi penantang Hyundai Kona Electric. Keduanya menawarkan paket praktis untuk pemakaian perkotaan sekaligus kemampuan jarak menengah. Namun, perbedaan pada desain, pilihan baterai, dan fitur membuatnya menyasar pembeli dengan prioritas berbeda. All-New KONA Electric. Desain Eksterior Urban Cruiser EV menampilkan bahasa desain yang lebih sederhana namun proporsional. Garis bodi yang tegas, atap sedikit mengotak, dan lekukan yang rapi memberi kesan fungsional sekaligus modern. Desain ini terasa tepat bagi konsumen yang mengutamakan kepraktisan dan citra mobil kota yang rapi. Toyota Urban Cruiser Sementara itu, Kona Electric memilih gaya yang lebih berkarakter. Fasia depan yang lebih berani, lampu LED terintegrasi, dan siluet yang berkesan futuristis lebih menonjol ketika melintas di jalan. Perbedaan ini bukan sekadar estetika; Hyundai All New Kona Electric Kona berusaha menunjukkan persona teknologi yang agresif, sedangkan Urban Cruiser tampil lebih kalem dan sporty. Interior Masuk ke kabin, Urban Cruiser EV menempatkan ergonomi dan tata letak sederhana sebagai prioritas. Toyota Urban Cruiser Material dan finishing yang digunakan Toyota cenderung konservatif namun rapi, dengan fokus pada kenyamanan dasar dan kemudahan penggunaan. Kona Electric menawarkan nuansa yang sedikit lebih premium, dengan tata letak dashboard modern, cluster digital besar, serta sentuhan material yang lebih halus pada trim tertentu. Untuk pengguna yang mencari sensasi futuristis, Kona terasa lebih memuaskan. Hyundai Kona Electric Signature Long Range Bagi yang ingin kabin tanpa basa-basi, Urban Cruiser sudah mencukupi. Fitur Keselamatan dan Kenyamanan Keduanya dilengkapi fitur keselamatan modern seperti bantuan pengereman, lane assist, dan beberapa fungsi ADAS yang disesuaikan untuk penggunaan jalan raya dan perkotaan. Performa Toyota menawarkan baterai berkapasitas 61 kWh yang memberi tenaga 128 kW dan torsi 192,5 Nm. Motor listrik ditempatkan pada roda depan. Kona Electric menawarkan tenaga dan torsi yang lebih besar, dengan angka daya yang menyentuh 114,6 kW untuk varian Standard Range dan 160 kW untuk Long Range. Sementara itu, untuk torsinya, kedua varian sama-sama menghasilkan 255 Nm. Kapasitas Baterai dan Jarak Tempuh Urban Cruiser EV dipasarkan dengan baterai 61 kWh yang diklaim memiliki jarak tempuh sekitar 427 km dalam kondisi tertentu. Sementara itu, Kona Electric hadir dengan konfigurasi baterai 48,9 kWh untuk Standard Range dan 66 kWh untuk Long Range. Tipe Standard Range diklaim dapat menempuh jarak sejauh 448 km, sedangkan tipe Long Range diklaim bisa melaju sejauh 549 km. Harga Untuk pasar Indonesia, Kona Electric ditawarkan pada rentang harga yang lebih terjangkau, mulai Rp 516 juta untuk varian terendah hingga Rp 629,4 juta untuk varian tertinggi. Sementara itu, Toyota memasarkan Urban Cruiser EV yang hanya hadir dalam satu varian dengan banderol Rp 759 juta (OTR Jakarta). Kesimpulan Toyota Urban Cruiser EV dan Hyundai Kona Electric menawarkan pendekatan yang berbeda di segmen SUV listrik. Urban Cruiser EV menonjolkan desain ringkas, karakter berkendara yang tenang, serta citra praktis khas mobil perkotaan, namun harus dibayar dengan harga yang lebih tinggi. Di sisi lain, Kona Electric tampil lebih agresif lewat desain futuristis, pilihan baterai yang lebih beragam, jarak tempuh lebih panjang, serta banderol yang relatif lebih terjangkau. Pada akhirnya, pilihan kembali pada kebutuhan konsumen: Urban Cruiser EV untuk mereka yang mengutamakan kesederhanaan dan identitas merek, atau Kona Electric bagi pencari nilai dan performa dalam satu paket SUV listrik. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang