Kabar mengenai perubahan kepemilikan bisnis Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Shell di Indonesia membuka peluang baru bagi operasional jaringan tersebut, termasuk terkait ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) bensin yang sempat menjadi perhatian konsumen. Dalam email resmi yang diterima konsumen, Selasa (6/10/2026), PT Shell Indonesia menyatakan telah menyetujui pemisahan usaha dan pengalihan bisnis SPBU di Indonesia kepada PT Isla Energy Indonesia. Transisi tersebut mulai berlaku efektif pada 30 Oktober 2026. Meski bisnis SPBU beralih kepemilikan, merek Shell tetap akan hadir di Indonesia melalui skema lisensi. Produk bahan bakar juga tetap akan dipasok oleh Shell dengan standar kualitas yang tidak berubah. Shell mengalihkan bisnis SPBU di Indonesia kepada pemilik baru mulai 30 Oktober 2026, sementara merek dan pasokan BBM tetap dari Shell. Kondisi ini membuat jaringan SPBU Shell tetap memiliki keterkaitan dengan Shell dalam hal merek dan pasokan bahan bakar, meski pengelolaan bisnisnya berada di bawah pemilik baru. Shell Tetap Pasok Bahan Bakar Perubahan kepemilikan tersebut menjadi penting karena dalam beberapa waktu terakhir konsumen Shell menghadapi keterbatasan ketersediaan sejumlah produk BBM, khususnya bensin. Dengan adanya kepastian bahwa produk bahan bakar tetap dipasok oleh Shell, muncul peluang operasional SPBU Shell secara bertahap kembali lebih normal. Salah satu SPBU yang sudah aktif kembali terlihat di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, pada Sabtu (9/5/2026) malam. Kembalinya operasional SPBU Shell ditandai dengan munculnya kembali papan harga BBM di area pengisian. Namun, belum ada keterangan resmi yang memastikan kapan seluruh jenis BBM bensin akan kembali tersedia secara penuh di jaringan SPBU Shell. Artinya, konsumen masih perlu menunggu informasi lebih lanjut mengenai jenis dan volume produk yang akan tersedia setelah proses transisi selesai. Shell sendiri memastikan keberlanjutan layanan kepada pelanggan. Bahkan, data anggota program loyalitas Shell GO+ akan dialihkan kepada PT Isla Energy Indonesia untuk menjaga kesinambungan layanan. Nantinya juga akan tersedia aplikasi baru bernama Shell GO+ Indonesia. Pemilik Sefas Group adalah Ricky Roesli dan Herman Soegeng. SEFAS Akuisisi Bisnis SPBU Shell SEFAS Group menyatakan telah sepakat mengakuisisi 100 persen bisnis SPBU Shell di Indonesia. Transaksi tersebut masih tunduk pada persetujuan regulator dan persyaratan umum lainnya. CEO SEFAS Group, Ricky Roesli, mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari ekspansi perusahaan setelah selama ini menjadi distributor pelumas Shell terbesar di Indonesia. “Sebagai distributor pelumas Shell terbesar di Indonesia, SEFAS bangga dapat mengambil langkah bisnis berikutnya, dan mendukung pertumbuhan masa depan sektor ritel energi Indonesia,” ujar Ricky, dikutip dari keterangan resmi (6/10/2026). Suasana di luar minamarket SPBU Shell 'Shell Select' Menurut dia, kepemilikan lokal menjadi landasan untuk mengembangkan bisnis ritel energi di Indonesia sekaligus memenuhi kebutuhan energi yang terus berkembang. Sementara itu, Presiden Direktur Shell Indonesia, Andri Pratiwa, mengatakan SEFAS merupakan mitra lama Shell yang memahami karakter pasar dan kebutuhan pelanggan di Indonesia. “SEFAS merupakan mitra yang telah lama bekerja sama dengan Shell di Indonesia dan memiliki pemahaman mendalam mengenai pasar lokal, kebutuhan pelanggan, serta jaringan yang telah terbangun kuat untuk mendukung fase pertumbuhan bisnis berikutnya,” ujar Andri. perbandingan harga BBM di SPBU Pertamina, Shell, BP AKR, dan Vivo per 1 Juli 2023 SEFAS memperkirakan penyelesaian transaksi berlangsung pada tahun ini. Selama proses transisi, perusahaan memastikan operasional SPBU tetap berjalan. Dengan demikian, konsumen masih akan melihat merek Shell di jaringan SPBU Indonesia. Adapun untuk ketersediaan BBM bensin, kepastian mengenai produk yang akan dijual kembali secara normal masih menunggu perkembangan setelah proses transisi kepemilikan rampung.