Kei Car Daihatsu GULIR UNTUK LANJUT BACA Antara versi Toyota dan Daihatsu, perbedaan visual praktis hanya terletak pada emblem. Sementara Daihatsu e-Atrai RS yang lebih berorientasi penumpang tampil sedikit lebih mewah dengan aksen krom, pelek baja hitam, serta pintu geser elektrik di kedua sisi. Masuk ke dalam kabin, pembaruan terlihat dari tuas transmisi model baru yang diadopsi dari mobil Toyota lain seperti Prius. Fitur yang dibawa juga cukup modern untuk ukuran kei van, mulai dari jok depan berpemanas, AC otomatis yang lebih efisien, port USB, stop kontak AC 100V untuk perangkat eksternal, hingga sistem keselamatan aktif Smart Assist terbaru.Meski kini menggunakan tenaga listrik, fungsi utamanya sebagai kendaraan niaga tetap dipertahankan. Ruang kargo tidak berubah, begitu juga daya angkut maksimal yang tetap di angka 350 kilogram. Ketiga kei van ini menggunakan platform DNGA (Daihatsu New Global Architecture) dengan sistem penggerak listrik hasil pengembangan bersama Toyota, Daihatsu, dan Suzuki. Motor listrik dipasang di belakang (e-axle) dengan tenaga 63 dk dan torsi 126 Nm. Tenaganya setara mesin bensin 660 cc turbo, tetapi torsinya lebih besar 35 Nm.Baterai lithium-ion berkapasitas 36,6 kWh ditempatkan di lantai kendaraan. Konfigurasi ini memungkinkan jarak tempuh hingga 257 km berdasarkan standar WLTC. Angka tersebut bahkan lebih baik dari target awal saat pengembangan dan sedikit unggul dari pesaing terdekatnya, Honda N-Van e:.Pengisian daya penuh dari sumber listrik 6 kW membutuhkan waktu sekitar enam jam. Jika menggunakan fast charger 50 kW, baterai bisa terisi hingga 80 persen dalam 50 menit. Model ini juga sudah mendukung teknologi Vehicle-to-Home (V2H).Struktur sasis turut diperkuat khusus untuk versi listrik. Titik gravitasi yang lebih rendah diklaim meningkatkan stabilitas, sementara penggunaan suspensi belakang rigid axle dengan trailing link baru membuat kenyamanan berkendara lebih baik.Namun, lompatan teknologi ini membuat harganya melonjak jauh dibanding versi bensin. Toyota Pixis Van BEV dan Daihatsu e-Hijet Cargo dijual mulai 3.146.000 yen atau sekitar Rp339 jutaan. Padahal versi bensinnya di Jepang dijual mulai 1.100.000 yen atau hanya Rp118 jutaan. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Sementara Daihatsu e-Atrai RS yang lebih mewah dibanderol 3.465.000 yen atau setara sekitar Rp373 jutaan.Produksi ketiga model ini dilakukan di pabrik Daihatsu di Nakatsu, Jepang. Toyota menargetkan penjualan 50 unit per bulan, sedangkan Daihatsu menargetkan sekitar 300 unit per bulan untuk pasar domestik Jepang.