Toyota Kijang Innova Reborn bermesin diesel masih menjadi salah satu model yang paling banyak diburu konsumen otomotif. MPV dari Toyota ini dikenal tangguh, torsi besar, dan nyaman untuk pemakaian harian maupun perjalanan jauh. Namun, di balik popularitas tersebut, ada pertimbangan penting yang tak bisa diabaikan calon pemilik, yakni seberapa besar ongkos yang harus disiapkan untuk memilikinya. Salah satu pengguna Innova Reborn diesel bernama Branggah, membagikan pengalaman terkait biaya yang dikeluarkan untuk mobil tujuh penumpang itu. "Konsumsi BBM nya cukup irit ya, dalam kota bisa 1:14 atau 14 km per liter. Sedangkan kalau untuk luar kota 16 km per liter. Mobilnya dipakai setiap hari oleh istri saja untuk anter anak dan kebutuhan dia," kata Branggah kepada Kompas.com, Minggu (4/1/2026). Berdasarkan data, biaya Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Toyota Innova Reborn diesel milik Branggah sekitar Rp 5,4 juta per tahun. Angka ini menjadi salah satu komponen tetap yang wajib diperhitungkan setiap tahunnya. Interior Toyota Kijang Innova Reborn tipe G Dari sisi konsumsi bahan bakar, Armando terkadang menggunan Biosolar dan Dexlite. Untuk Dexlite estimasi biaya sekitar Rp 742.500 untuk dua minggu. Sementara untuk Biosolar biayanya menjadi Rp 374.000. Mobil ini pun digunakan untuk sehari-hari dengan jarak lebih kurang 15 km. Selama periode kepemilikan, Branggah mengaku mengeluarkan biaya servis berkala sekitar Rp 2 juta. Perawatan yang rutin dilakukan setiap enam bulan sekali itu biasanya meliputi engine flush, tune up, filter oli dan mengganti oli. Artinya, Branggah perlu mengeluarkan biaya sekitar Rp 27.220.000 per tahun untuk biaya pajak dan bahan bakar jenis Dexlite dan biaya perawatan. Namun jika menggunakan BBM jenis Biosolar, maka biaya menjadi Rp 18.376.000. Dibagi per bulannya, pemilik harus siapkan uang sekitar Rp 1.531,333 sampai Rp 2.268.333. Kemudian jika dibagi lagi per hari, maka dana yang harus disiapkan konsumen Rp 51.044 sampai Rp 75,661. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang