Kebutuhan masyarakat terhadap mobil baru tidak hanya datang dari satu kelompok profesi. Beragam latar belakang pekerjaan turut mewarnai pasar otomotif Indonesia, dengan karakter dan kebutuhan konsumen yang berbeda-beda. Menurut sejumlah tenaga penjual yang ditemui Kompas.com di GIIAS 2026, pengusaha masih menjadi salah satu profesi yang paling sering membeli mobil. Sementara itu, konsumen lainnya berasal dari kalangan karyawan, pekerja swasta, hingga pejabat perusahaan. Salah satu tenaga penjual Mazda mengatakan, mayoritas konsumennya berasal dari kalangan pengusaha. Oleh karena itu, menjaga komunikasi menjadi cara utama untuk mempertahankan hubungan dengan pelanggan agar kembali melakukan pembelian. "Kebanyakan sih pengusaha, cara untuk jaga hubungan biar beli lagi sih kita sering jaga komunikasi aja," ucapnya kepada Kompas.com, Sabtu (1/8/2026). Ilustrasi suasana pameran IIMS 2026 Hal serupa disampaikan salah satu tenaga penjual Toyota. Ia mengatakan, latar belakang pekerjaan pembeli berbeda-beda, tergantung model kendaraan yang dipilih. "Kalau yang Veloz biasanya pegawai, karyawan sama pengusaha. Kalau yang mobil luxury kebanyakan itu pengusaha," ucapnya kepada Kompas.com. Dia juga mengatakan, tidak membedakan perlakuan terhadap calon pembeli maupun pelanggan lama. Hubungan dengan konsumen terus dijaga sebagai bagian dari upaya membangun kepercayaan dan membuka peluang transaksi di masa mendatang. "Kita berharapnya yang belum beli itu bisa punya hubungan baik, biar siapa tau kedepannya bisa beli," ucapnya kepada Kompas.com. Sementara itu, salah satu tenaga penjual VinFast mengatakan, konsumennya juga berasal dari berbagai profesi, mulai dari pekerja swasta hingga pejabat perusahaan. "Kebanyakan kayak pekerja swasta, ada juga yang direktur. Ada juga dari orang pemerintah tapi jarang. Kita juga semua customer kita jaga hubungannya," ucapnya. Tenaga penjual Geely juga mengaku memiliki cukup banyak pelanggan yang bekerja di sektor asuransi. "Beberapa customer aku biasanya orang asuransi. Apa pun pekerjaannya, aku enggak pilih-pilih. Yang penting tetap jaga hubungan baik, jadi kalau nanti mereka mau beli mobil lagi atau merekomendasikan ke orang lain, peluangnya tetap ada," ucapnya. Sementara itu, tenaga penjual Chery mengatakan mayoritas konsumennya merupakan pelaku usaha dari berbagai bidang. "Ada yang bisnis Trading, terus ada juga pengusaha restoran. Tapi kebanyakan emang pengusaha," ucapnya. Ia juga mengatakan, hubungan dengan pelanggan tetap dijaga melalui berbagai bentuk layanan purna jual, termasuk mengingatkan jadwal servis berkala. "Kita juga selalu jaga hubungan baik ke semua customer, kayak ingetin servis berkala biar nanti siapa tau bisa repeat order lagi," ucapnya. Secara umum, para tenaga penjual menilai profesi pembeli mobil baru cukup beragam. Namun, kalangan pengusaha masih menjadi salah satu kelompok konsumen yang paling banyak ditemui, terutama untuk kendaraan dengan harga yang lebih tinggi.