Ekspor mobil China Industri otomotif China mencatatkan kinerja ekspor yang semakin kuat sepanjang 2025. Data menunjukkan ekspor mobil China mengalami lonjakan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Total ekspor kendaraan dari Negeri Tirai Bambu sepanjang 2025 mencapai sekitar 8,32 juta unit, atau tumbuh sekitar 30 persen secara tahunan. Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan capaian pada 2024 yang berada di kisaran belasan persen.Kinerja ekspor tersebut didorong oleh peningkatan pengiriman kendaraan energi baru atau new energy vehicles (NEV). Sepanjang 2025, disadur VIVA Otomotif dari Carnewschina Senin 26 Januari 2026, ekspor NEV China tercatat mencapai 3,43 juta unit, melonjak sekitar 70 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Secara komposisi, kendaraan listrik murni menyumbang sekitar 28 persen dari total ekspor kendaraan China. Plug-in hybrid dan hybrid masing-masing berkontribusi sekitar 13 persen dan 6 persen, sementara kendaraan bermesin bensin konvensional terus mengalami penurunan porsi. Ekspor mobil China Dari sisi tujuan ekspor, pasar kendaraan China tersebar di berbagai kawasan dunia. Meksiko, Rusia, dan Uni Emirat Arab menjadi tiga negara dengan volume impor kendaraan China terbesar sepanjang 2025. Sejumlah negara Eropa dan Amerika Latin juga menunjukkan kinerja impor yang kuat. Inggris, Brasil, Arab Saudi, Belgia, dan Australia tercatat menyerap ratusan ribu unit kendaraan buatan China. Untuk segmen kendaraan listrik, peta pasar menunjukkan perbedaan komposisi. Belgia menjadi importir terbesar NEV China, disusul Inggris dan Meksiko.Di kawasan Asia, beberapa negara mulai muncul sebagai tujuan penting ekspor kendaraan listrik China. Thailand, Filipina, Indonesia, dan India masuk dalam daftar 10 besar importir NEV meski tidak berada di jajaran teratas impor kendaraan secara keseluruhan.Dari sisi tren waktu, ekspor kendaraan China menunjukkan pola musiman. Pengiriman cenderung menguat pada pertengahan hingga akhir tahun, setelah sempat melambat pada awal 2025.Menariknya, nilai rata-rata ekspor kendaraan China justru mengalami penurunan. Pada 2025, harga rata-rata kendaraan ekspor tercatat sekitar US$16 ribu atau sekitar Rp250 jutaan per unit, lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.Sebagai perbandingan, pada 2024 nilai rata-rata ekspor kendaraan China berada di kisaran US$18 ribu atau sekitar Rp280 jutaan, sementara pada 2023 sempat mencapai US$19 ribu atau sekitar Rp295 jutaan. Penurunan ini mencerminkan meningkatnya volume kendaraan listrik dengan harga yang lebih kompetitif.