Menjelang masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), pemerintah memastikan kesiapan infrastruktur jalan tol terus dimatangkan. Salah satu strategi yang ditempuh adalah membuka sejumlah ruas tol secara fungsional untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama periode puncak perjalanan akhir tahun. Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Wilan Oktavian mengatakan, jaringan tol yang beroperasi saat ini telah mencapai 3.115,981 kilometer dan dikelola oleh 54 Badan Usaha Jalan Tol (BUJT). Seluruhnya dipastikan siap melayani lonjakan pergerakan kendaraan saat arus mudik maupun balik Nataru. “Total panjang jalan tol operasi di Indonesia telah mencapai 3.115,981 kilometer. Jaringan ini dikelola oleh 54 BUJT yang siap melayani mobilitas masyarakat saat Nataru,” ujar Wilan, kepada Kompas.com, belum lama ini. Untuk mendukung kenyamanan pengguna, BPJT juga memastikan ketersediaan Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) di seluruh jaringan tol. Ilustrasi rest area di jalan tol Saat ini terdapat 136 TIP yang disiapkan dengan pengelolaan kapasitas yang lebih optimal. “Kami mendorong BUJT untuk mengelola kapasitas TIP secara maksimal, termasuk pengaturan waktu parkir, untuk mencegah penumpukan kendaraan,” kata Wilan. Selain TIP, kesiapan gerbang tol menjadi fokus lain yang mendapat pengawasan ketat. Dari total 539 gerbang tol (GT) yang beroperasi, seluruhnya diminta berfungsi secara optimal dengan dukungan transaksi non-tunai, layanan top-up, hingga penambahan gardu mobile di titik-titik yang berpotensi padat. “Kami menekankan penggunaan transaksi non-tunai dan kesiapan layanan top-up, serta penambahan gardu mobile untuk mencegah kemacetan di pintu masuk dan keluar tol,” lanjutnya. Sebagai antisipasi lonjakan kendaraan, beberapa ruas tol yang masih dalam tahap konstruksi akan dibuka secara fungsional. Kehadiran ruas-ruas ini diharapkan dapat menjadi alternatif distribusi arus kendaraan, terutama pada titik-titik yang selama ini kerap mengalami kepadatan. Petugas Kepolisian maupun dari Petugas Dishub saat mengatur kendaraan yang masuk ke pintu tol fungsional Tamanmartani, Kabupaten Sleman, Jumat (4/04/2025). Berikut jalan tol tahap konstruksi yang dibuka secara fungsional: Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 1 (Padang Tiji–Seulimeum) sepanjang 24,67 Km Tol Probolinggo–Banyuwangi Seksi 1 (Gending–Kraksaan) dan Seksi 2 (Kraksaan–Paiton) sepanjang 24,08 Km Tol Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat, sebagian Seksi 4 (Sinaksak–Simpang Panei) sepanjang 12,37 Km Tol Palembang–Betung Seksi 2 (Rengas–Pulau Rimau) sepanjang 30,75 Km Junction Palembang Ramp 1, 5, 6, 7B, dan 8 Tol Tangerang–Merak pelebaran lajur ketiga segmen Cilegon Timur–Cilegon Barat Km 86+950–Km 95+000 A/B Tol Cikampek/Cikopo–Palimanan (Cipali) pelebaran lajur ketiga Km 129+975–Km 131+475 A/B Dengan tambahan ruas fungsional tersebut, BPJT berharap distribusi arus kendaraan dapat lebih merata sehingga potensi titik macet dapat ditekan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang