Suzuki Karimun Wagon R dikenal sebagai produk paling terjangkau yang pernah diproduksi oleh Suzuki Indonesia. Model ini lahir untuk memenuhi program pemerintah, yakni Kendaraan Bermotor Roda Empat Hemat Energi dan Harga Terjangkau, atau lebih dikenal sebagai LCGC (Low Cost Green Car). tahun, Wagon R menjadi city car yang populer berkat harga ekonomis, mesin efisien, dan fitur yang cukup memadai di kelasnya. Ilustrasi Suzuki Karimun Wagon R Kombinasi tersebut membuatnya tampil sebagai pilihan value for money bagi banyak konsumen perkotaan. Kendati demikian, performanya di pasar domestik mulai meredup hingga akhirnya dihentikan menjelang akhir 2021. Namun, perseroan masih mempertahankan produksinya untuk ekspor ke Pakistan dalam format completely knocked down (CKD). Pakistan menjadi penyelamat kelangsungan Wagon R. Selama beberapa tahun, ekspor CKD ke negara tersebut membuatnya tetap berada di jalur produksi meski sudah tidak dijual di Tanah Air. Namun, situasi berubah tahun ini. Berdasarkan data Gaikindo, aktivitas ekspor Wagon R ke negeri Permata Timur itu tercatat terakhir pada Februari 2025, sebanyak 96 set unit. Hingga Oktober 2025, tidak ada lagi pengiriman. Terhentinya permintaan dari satu-satunya pasar menunjukkan bahwa usia model tersebut sudah berada di ujung tanduk. Tanpa pesanan lanjutan, keberlangsungan produksinya praktis tidak memiliki landasan. Ekspor Suzuki Menanggapi kondisi ini, Manager of Export PT Suzuki Indomobil Motor (SIM), Domu Arisanto, memberi penjelasan singkat mengenai arah ekspor perusahaan. Ia menyebut bahwa Suzuki mengikuti perkembangan terakhir dari pihak Pakistan. “Untuk ekspor Wagon R ke Pakistan, untuk saat ini kita mengikuti perkembangan Pakistan,” ujar Domu di Cikarang, Jawa Barat, Selasa (18/11/2025). Ia kemudian menambahkan bahwa perusahaan tengah menyiapkan model lain untuk mengisi pasar ekspor ke negara tersebut. “Jadi kita akan mengirimkan dalam bentuk CKD untuk model Fronx ke Pakistan. Menambah model,” lanjutnya, tanpa bisa memastikan masa depan Wagon R. Pernyataan ini menyiratkan bahwa perhatian Suzuki kini bergeser ke model baru, sementara Wagon R tampaknya tidak lagi masuk dalam rencana jangka depan. Bila Pakistan sebagai satu-satunya pasar Wagon R benar tidak melakukan pemesanan unit CKD secara permanen, maka secara praktik mobil dimaksud tidak lagi memiliki pasar aktif. Dengan begitu, sinyalnya cukup jelas, Wagon R tampaknya resmi 'disuntik mati' setelah lebih dari satu dekade mengaspal. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.