Agresivitas Chery Group menghadirkan model baru di Indonesia mulai dihadapkan pada tantangan kapasitas produksi. Rencana perakitan lokal Omoda O4 EV menjadi salah satu pemantiknya. Seiring bertambahnya model yang akan diproduksi di dalam negeri, fasilitas PT Handal Indonesia Motor (HIM) yang selama ini menjadi mitra perakitan, tak lagi mampu mengakomodasi penambahan produksi. Alhasil, perusahaan kini mengkaji sejumlah opsi untuk menambah kapasitas sebelum memulai produksi Omoda O4 EV di Indonesia. Omoda O4 EV CEO Omoda & Jaecoo International Shawn Xu mengatakan, kapasitas produksi yang ada saat ini sudah tidak lagi mencukupi sehingga perusahaan perlu menyiapkan fasilitas tambahan. "Kami memiliki beberapa solusi. Sekarang kami memiliki dua fasilitas perakitan (PT HIM di Bekasi dan Purwakarta) dan akan lihat ke depannya karena kapasitas kami sudah tak cukup, sehingga kami harus mencari kapasitas yang lebih besar," kata Shawn menjawab pertanyaan Kompas.com di PIK 2, Tangerang, Senin (27/7/2026). Meski belum menentukan lokasi produksinya, Shawn memastikan Omoda O4 EV tetap akan dirakit di Indonesia. "Tetapi tentu saja kami akan memproduksinya di Indonesia," ujar Shawn. Portofolio Terus Bertambah Ditemui dalam kesempatan sama, President Director PT Chery Sales Indonesia Zeng Shuo mengatakan, penambahan kapasitas diperlukan untuk mengakomodasi sejumlah model baru yang segera hadir di Indonesia. "Produksi masih kami masih dalam perencanaan karena ke depannya kami ingin meningkatkan kapasitas untuk mengantisipasi permintaan pasar. Ada beberapa produk baru yang sedang kami siapkan, termasuk Omoda O4, Chery Q, dan beberapa produk lainnya," kata dia. CEO Omoda & Jaecoo International Shawn Xu "Jadi kami sedang mempersiapkan agar memiliki kapasitas yang lebih besar," tambah Zeng Shuo. Meski demikian, ia belum mengungkapkan apakah tambahan kapasitas tersebut akan berasal dari perluasan kerja sama dengan PT HIM atau melalui skema lain seperti akuisisi salah satu fasilitasnya seperti yang ramai beberapa waktu belakangan. "Saat ini kami masih melihat solusi yang lain. Sekarang kami masih studi. Nanti kalau sudah selesai, akan kami umumkan," ujar dia. Beban Pabrik Kian Berat Saat ini PT Handal Indonesia Motor menjadi perusahaan perakit kendaraan completely knocked down (CKD) bagi sejumlah merek, seperti Neta, Geely, Xpeng, Polytron, Aletra, BAIC, serta Chery Group yang membawahi Chery, Omoda, Jaecoo, dan Jetour. Di fasilitas tersebut, Chery Group memproduksi Tiggo Cross, Tiggo 7, Tiggo 8, Tiggo 9, Chery C5, Chery E5, Chery J6, Chery J6T, hingga Jaecoo J5 EV. Padatnya lini produksi membuat Chery Group mulai memanfaatkan fasilitas lain. Salah satunya merek iCar yang merakit sebagian model V23 di Assembly Plant Inchcape Indonesia, Wanaherang, Bogor. Sebelumnya, Zeng mengungkapkan kapasitas produksi Chery di PT HIM mencapai sekitar 4.000 unit per bulan. Dengan rencana memproduksi Omoda O4 EV, Chery Q, dan model baru lainnya, kapasitas tersebut dinilai perlu ditingkatkan. Geely EX2 mulai dirakit secara lokal di fasilitas milik PT Handal Indonesia Motor Menjawab tantangan tersebut, Wakil Presiden Komisaris PT Handal Indonesia Motor Jongkie D. Sugiarto mengatakan pihaknya siap mengakomodasi peningkatan produksi dari Chery. Namun, opsi yang diprioritaskan bukan langsung membangun fasilitas baru, melainkan mengoptimalkan lini produksi yang ada, termasuk melalui penambahan jam kerja menjadi dua shift. “Kita akan mempersiapkan banyak cara. Saya juga tidak mungkin semuanya misalnya saya bangun pabrik baru lagi, kan itu duit semuanya. Dan kita juga harus siap kalau pasar jelek, produksi turun, fasilitas yang ada mau diapakan,” kata Jongkie. “Untuk meningkatkan produksi, mungkin kerja dua shift. Lane-nya tetap itu, tapi kita tambah shift siang dan malam. Ini salah satu contoh,” ucap dia.