Sebagai upaya menghadirkan kendaraan listrik roda dua untuk mendukung mobilitas perkotaan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, PT Indomobil Emotor Internasional (IEI) melalui brand Indomobil eMotor Sprinto sukses meraih Anugerah Ekonomi Hijau 2026. Sprinto diklaim jadi salah satu produk yang mendorong mobilitas berkelanjutan. Motor listrik ini dikembangkan dengan memadukan performa, teknologi, serta kepraktisan untuk menunjang aktivitas, khususnya di perkotaan. "Penghargaan yang akhirnya hadir di Sprinto ini menjadi motivasi untuk terus menghadirkan solusi mobilitas yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia, sekaligus berkontribusi terhadap perkembangan ekosistem kendaraan listrik yang semakin berkelanjutan,” ujar CEO PT Indomobil Emotor Internasional Pius Wirawan, dalam keterangan resminya, Rabu (16/9/2026). Untuk spesifikasi singkat, eMotor Sprinto yang dirancang untuk mendukung mobilitas harian perkotaan dibekali motor listrik berdaya 3,5 kW dengan torsi 195 Nm yang cukup responsif, serta mampu menempuh jarak hingga 110 kilometer dalam sekali pengisian baterai. Indomobil Emotor Sprinto Pengendara dapat menyesuaikan kebutuhan dengan tiga pilihan mode berkendara, yakni Comfort, Sport, dan Boost. Sprinto juga dilengkapi panel instrumen digital yang terintegrasi dengan fitur Android Auto dan CarPlay untuk memudahkan pengendara mengakses fungsi konektivitas smartphone secara praktis dan aman saat berkendara. Lebih lanjut, Pius menjelaskan, selain mengembangkan produk, pihaknya juga memperkuat kontribusinya terhadap industri kendaraan listrik nasional melalui proses perakitan di dalam negeri. Dari sisi penguatan industri dalam negeri, Sprinto dan seluruh lini produk Indomobil eMotor telah dirakit lokal di fasilitas PT National Assemblers, Cakung, Jakarta Timur. Seluruh rangkaian produk ini telah mengantongi sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 50 persen. Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong keterlibatan industri lokal dalam mengembangkan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Sementara itu, dukungan bagi konsumen juga diperkuat melalui ekspansi jaringan yang saat ini telah mencapai 155 diler resmi di berbagai wilayah untuk memberikan kepastian layanan servis, suku cadang, dan purnajual. Menurutnya, transformasi menuju mobilitas yang ramah lingkungan tidak hanya bergantung pada kehadiran produk, tetapi juga membutuhkan dukungan dari sisi industri, jaringan layanan, teknologi, serta kemudahan masyarakat dalam mengakses kendaraan listrik. Indomobil Emotor Sprinto "Pengembangan kendaraan listrik perlu berjalan sebagai sebuah ekosistem. Karena itu, kami terus memperkuat produk yang sesuai dengan kebutuhan mobilitas masyarakat, meningkatkan kontribusi industri dalam negeri, serta memperluas jaringan layanan agar kendaraan listrik semakin mudah diterima dan digunakan dalam aktivitas sehari-hari,” lanjut Pius.