Putaran perdana Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Rally 2026 yang dihelat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, akhir pekan lalu (8-10/5), menyisakan cerita pilu bagi pasangan pereli Rudy SL dan co-driver Adi Wibowo. Turun di Kelas RC2 yang dikenal sangat kompetitif, Rudy sebenarnya punya modal kuat untuk merangsek ke barisan depan. Mengandalkan Citroen C3 R5, pembalap yang juga malang melintang di kancah balap touring ini tampil percaya diri meski harus meladeni gempuran rival-rival yang menggunakan mobil dengan homologasi FIA Rally2. Sayangnya, ambisi besar tersebut harus terbentur kendala teknis. Setelah sempat berjibaku memberikan perlawanan sengit selama empat Special Stage (SS), langkah Rudy terpaksa terhenti di putaran pertama. Rudy menceritakan, insiden bermula saat mobilnya tiba-tiba kehilangan daya sesaat sebelum masuk ke area servis. “Jadi pada saat mau masuk ke service, mobil tidak bisa dihidupkan. Pada saat distarter, sempat hidup dan kemudian mobil tiba-tiba mati dan tidak bisa dihidupkan kembali. Kami belum tahu ada masalah apa di mobil tersebut,” ujar Rudy SL, dalam keterangan resminya. Kendala ECU, Citroen C3 R5 Rudy SL Terhenti di Kejurnas Rally 2026 Aksi dramatis sempat terekam saat Adi Wibowo berupaya mendorong mobil yang mogok tersebut menuju Time Control (TC). Langkah cepat itu diambil demi menghindari penalti waktu sesuai dengan Buku Peraturan Rally dan Sprint Rally yang berlaku. Upaya maksimal sebenarnya telah dilakukan oleh tim mekanik. Tercatat, sebanyak 25 komponen sudah diganti agar mesin kembali menderu. Namun, kendala krusial muncul ketika tim engineer kesulitan mendiagnosis kerusakan akibat sistem ECU yang terkunci atau tidak bisa diakses. “Sejujurnya saya sangat menyayangkan kami tidak bisa memperbaiki kerusakan tersebut. Setelah berkoordinasi dengan tim engginer dari Sport and You yang mendevelop mobil ini, mereka memang sedang berhalangan hadir karena waktunya berbenturan dengan jadwal WRC Portugal,” kata Rudy SL. Meski harus menelan pil pahit di Banjarbaru, Rudy tidak mau berlarut dalam kecewa. Ia memastikan bakal ada pembenahan total jelang putaran berikutnya dengan mendatangkan tim engineer langsung dari Sport and You ke Indonesia untuk menyempurnakan sistem pada Citroen C3 R5 miliknya. “Kami telah berkomitmen untuk mengatasi masalah ini. Tim engineer nantinya akan datang ke Indonesia, dan saat ini kami masih berkoordinasi untuk menyesuaikan jadwal mereka untuk bisa mengecek sistem mobil tersebut,” ujarnya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang