Keselamatan transportasi kembali menjadi sorotan utama menjelang arus mudik dan balik Natal 2025 serta Tahun Baru 2026 (Nataru). Salah satu upaya preventif adalah pemeriksaan kelaikan armada bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) untuk memastikan bus yang beroperasi aman bagi pemudik. Pemeriksaan menyeluruh mencakup kelengkapan administrasi hingga kondisi teknis kendaraan. Dishub dan polisi lakukan ramp check bus sebagai persiapan Nataru. Petugas mengecek buku uji KIR, Surat Izin Mengemudi (SIM), Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), dan Kartu Pengawasan (KPs). Selanjutnya, komponen vital seperti ban, sistem kelistrikan, lampu, rem, klakson, wiper, alat pemecah kaca, hingga alat pemadam api ringan (APAR) turut diperiksa. Armada yang memenuhi standar keselamatan akan ditempeli stiker "Inspeksi Keselamatan LLAJ Ditjen Hubdat–Kemenhub" sebagai tanda laik jalan. Situasi terminal Kampung Rambutan enam hari jelang hari raya Idul Fitri, Senin (24/3/2025). Sementara itu, bus yang belum memenuhi persyaratan akan diberi surat peringatan untuk segera diperbaiki. Kepala Unit Pelaksana Pengujian Kendaraan Bermotor (UP PKB) Pulo Gadung, Erwansyah, menyatakan bahwa ramp check bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman bagi penumpang serta awak bus selama periode Nataru. "Ramp check dilaksanakan mulai 18 Desember hingga 5 Januari 2026. Kami menugaskan empat petugas uji mekanis yang berpengalaman dan profesional untuk melakukan pemeriksaan secara detail," ujar Erwansyah, dalam keterangan tertulis, Jumat (19/12/2025). Ramp Check di Tol Jagorawi libur panjang tahun baru Islam Pemeriksaan dilakukan secara acak dengan rata-rata 15 hingga 19 armada bus dicek setiap hari. Erwansyah menambahkan, temuan di lapangan umumnya bersifat klasik, seperti buku uji KIR dan kartu pengawasan yang sudah kedaluwarsa atau hilang, serta kurangnya sarana penunjang keselamatan di dalam bus. "Ramp check ini lebih kepada pengawasan dan pengingat agar pengemudi serta perusahaan otobus tetap menjaga kondisi kelaikan kendaraan," katanya. Ilustrasi porter di terminal Kampung Rambutan Senada dengan itu, Kepala Terminal Bus Kampung Rambutan, Revi Zulkarnain, menegaskan tidak ada kompromi bagi armada yang tidak lulus ramp check untuk tetap mengangkut penumpang. Menurutnya, keselamatan pemudik adalah prioritas utama. "Untuk menyambut Nataru, kami telah menyiapkan posko ramp check sejak pukul 08.00 hingga 20.00, menyesuaikan kondisi armada di terminal," ucap Revi. Revi menambahkan, pihaknya telah melakukan pra-ramp check sejak 19 November hingga 17 Desember 2025. Langkah ini dimaksudkan agar perusahaan otobus memiliki waktu cukup untuk memperbaiki kekurangan armada sebelum memasuki puncak angkutan libur akhir tahun. "Kami ingin saat memasuki masa angkutan Nataru, seluruh armada diharapkan sudah laik operasi dan siap melayani pemudik dengan aman," ujarnya. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang