Ilustrasi SPBU Paloh Sukseskan BBM Satu Harga di Daerah Terluar Harga bahan bakar minyak atau BBM diesel di Indonesia kembali menjadi perhatian masyarakat, terutama pemilik mobil diesel penumpang dan kendaraan niaga. Per Mei 2026, selisih harga antara solar subsidi dan BBM diesel nonsubsidi kini semakin lebar. Berdasarkan pantauan VIVA Otomotif Senin 11 Mei 2026, Bio Solar subsidi milik Pertamina masih dijual Rp6.800 per liter di seluruh Indonesia. Harga tersebut jauh lebih rendah dibanding BBM diesel nonsubsidi yang kini berada di kisaran Rp26 ribuan hingga Rp30 ribuan per liter. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Untuk produk Pertamina Dex, harga tertinggi tercatat berada di sejumlah wilayah seperti Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara. Di daerah tersebut, Pertamina Dex dijual Rp29.100 per liter.Sementara di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali hingga NTB, harga Pertamina Dex berada di level Rp27.900 per liter. Harga Dexlite di wilayah yang sama dipasarkan Rp26.000 per liter.Beberapa daerah lain seperti Aceh, Sumatera Utara, Lampung, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan hingga Papua Barat memiliki harga Pertamina Dex Rp28.500 per liter. Sedangkan Dexlite dijual Rp26.600 per liter.Di wilayah Free Trade Zone atau FTZ Batam, harga diesel nonsubsidi sedikit lebih rendah dibanding daerah lain. Pertamina Dex dipasarkan Rp26.500 per liter dan Dexlite Rp24.700 per liter.Selain Pertamina, operator SPBU swasta juga mematok harga diesel cukup tinggi. Shell misalnya menjual Shell V-Power Diesel seharga Rp30.890 per liter di Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Timur.BP juga menetapkan harga BP Ultimate Diesel di level Rp29.890 per liter untuk wilayah Jabodetabek dan Jawa Timur. Sementara Vivo memasarkan Diesel Primus dengan harga Rp30.890 per liter.Perbedaan harga yang sangat jauh antara solar subsidi dan diesel nonsubsidi membuat biaya operasional kendaraan diesel ikut menjadi sorotan. Terutama untuk pemilik SUV diesel dan kendaraan operasional yang memiliki konsumsi bahan bakar tinggi. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Meski demikian, mobil diesel masih memiliki pasar besar di Indonesia. Konsumen masih mengandalkan karakter torsi besar dan efisiensi perjalanan jarak jauh yang menjadi keunggulan utama mesin diesel.Kenaikan harga BBM diesel nonsubsidi juga diperkirakan akan memengaruhi pola konsumsi masyarakat dalam beberapa bulan ke depan. Tidak sedikit pemilik kendaraan diesel yang mulai mempertimbangkan mobil hybrid sebagai alternatif penggunaan harian.