China tidak hanya memimpin pasar kendaraan listrik dunia, tetapi juga menjadi negara dengan jaringan fasilitas pengisian kendaraan listrik terbanyak secara global. Hingga Desember 2025 China tercatat memiliki sekitar 20 juta fasilitas pengisian kendaraan listrik atau SPKLU di Indonesia. Jumlah itu meningkat 49,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah China juga terus menggenjot pembangunan stasiun pengisian kendaraan listrik dengan mempercepat pengembangan infrastruktur pendukungnya. Ekspor mobil China dan Chery Mengutip Carnewschina, hingga akhir 2027, China menargetkan pembangunan sekitar 8 juta fasilitas pengisian baru, sehingga totalnya mencapai 28 juta unit. Infrastruktur ini diproyeksikan mampu menyediakan daya pengisian publik lebih dari 300 juta kilowatt, untuk dipakai lebih dari 80 juta kendaraan listrik. Pengembangan jaringan pengisian pun dilakukan secara merata di berbagai wilayah baik di perkotaan dan juga desa, untuk menunjang mobilitas jarak jauh pengguna kendaraan listrik. Di kawasan perkotaan, pemerintah berencana menambah 1,6 juta konektor pengisian arus searah (DC), termasuk 100.000 unit pengisian berdaya tinggi yang dirancang untuk mempercepat proses pengisian baterai. Ilustrasi mobil di China. Sementara itu, di jalur antar kota seperti kawasan layanan jalan tol dan rest area, China menargetkan pemasangan 40.000 konektor pengisian ultra-cepat baru maupun hasil peningkatan, dengan daya minimal 60 kW. Pesatnya pembangunan infrastruktur ini sejalan dengan melonjaknya adopsi kendaraan energi baru atau new energy vehicle (NEV). Dalam lima tahun terakhir, tingkat penetrasi NEV di industri otomotif China melonjak hampir sepuluh kali lipat, dari 5,4 persen pada 2020 menjadi 54 persen pada 2025. Produksi NEV meningkat tajam, dari 1,37 juta unit menjadi lebih dari 16 juta unit. Ilustrasi SPKLU mobil listrik di Tol Trans Jawa Sebaliknya, penjualan mobil penumpang berbahan bakar bensin di China justru terus menurun. Pada 2020, penjualannya masih mencapai 18,17 juta unit, namun pada 2025 turun menjadi 10,7 juta unit. Seiring meningkatnya penggunaan kendaraan listrik, kebutuhan akan fasilitas pengisian daya pun ikut melonjak. Tak hanya dari sisi jumlah, konsumen kini juga menuntut kemudahan akses dan kecepatan pengisian, yang menjadi fokus utama pengembangan infrastruktur kendaraan listrik di China. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang