Toprak Razgatlioglu terkenal dengan aksi stoppie yang menjadi salah satu ciri khas pebalap asal Turki tersebut. Aksi mengangkat roda belakang sepeda motor dengan bertumpu pada roda depan itu kerap dilakukan Toprak, baik saat balapan maupun ketika merayakan kemenangan. Menariknya, Toprak mengaku pertama kali mencoba melakukan stoppie ketika masih berusia delapan tahun. "Saya pikir saya berusia delapan tahun. Saya menggunakan Yamaha PW50," kata Toprak dilansir dari Speedweek, Kamis (20/8/2026). Toprak Razgatlioglu akan melakukan debut bersama Prima Pramac Yamaha MotoGP di MotoGP 2026. Seiring perjalanan kariernya, stoppie kemudian menjadi salah satu aksi yang identik dengan Toprak. Kemampuannya mengendalikan motor saat melakukan pengereman keras membuat aksi tersebut menjadi salah satu daya tarik dari gaya balapnya. Toprak memang sudah mengenal dunia balap sejak usia sangat muda. Ia mengatakan balapan pertamanya berlangsung di Izmir, Turki, ketika dirinya masih berusia 11 tahun. "Di Izmir, Turki, menggunakan sepeda motor 600 cc. Saat itu saya berusia 11 tahun," ujar Toprak. Toprak Razgatlioglu resmi menjadi juara dunia WorldSBK 2025, gelar juara dunia ketiga yang diraihnya sebelum melangkah ke MotoGP musim depan Ciri Khas Toprak dikenal memiliki gaya berkendara agresif serta kemampuan mengendalikan motor yang sangat baik. Salah satu aksinya yang paling mudah dikenali adalah ketika ia mengangkat roda belakang saat melakukan pengereman keras. Stoppie juga kerap menjadi bagian dari selebrasi Toprak setelah meraih kemenangan. Ia beberapa kali melakukan aksi tersebut dengan jarak cukup panjang setelah melewati garis finis. Sebelum tampil di MotoGP, Toprak lebih dulu membangun reputasi di ajang World Superbike (WorldSBK). Ia bahkan berhasil menjadi juara dunia dan dikenal sebagai salah satu pebalap dengan gaya balap paling spektakuler di kejuaraan tersebut. Toprak Razgatlioglu saat sesi tes resmi di Sirkuit Buriram, Thailand MotoGP Toprak menjalani musim debutnya di MotoGP bersama Pramac Yamaha. Meski masih beradaptasi dengan motor MotoGP, gaya balap agresif dan aksi stoppie tetap menjadi salah satu ciri khasnya. Sejauh ini Toprak belum pernah finis di 10 besar MotoGP. Bahkan, menjelang 10 seri terakhir musim 2026, targetnya masih memburu finis 10 besar pertamanya di kelas premier. Catatan terbaik Toprak di MotoGP sejauh ini adalah finis di posisi ke-11 pada Grand Prix Hungaria 2026. Hasil tersebut menjadi pencapaian tertinggi Toprak dalam balapan utama sejak menjalani debut di kelas premier.