Ketatnya persaingan industri otomotif di pasar global kerap memicu sejumlah pabrikan asal Tiongkok untuk melakukan penetrasi yang masif dan menyajikan deretan produk berharga murah. Namun, manuver yang berbeda justru diambil oleh jenama otomotif raksasa, Changan Automobile. Alih-alih ikut-ikutan membanting harga, pabrikan ini lebih memilih pendekatan yang matang dengan menonjolkan diferensiasi produk. Changan Lumin ElectroRush Zhu Huarong, Chairman Changan Automobile, mengatakan, inti dari strategi pengembangan Changan di pasar otomotif luar negeri adalah pembangunan merek. "Oleh karena itu, dalam strategi pengembangan luar negeri kami, Changan tidak melakukan sesuatu yang sangat agresif jika dibandingkan dengan merek-merek Tiongkok lainnya," ujar Huarong, kepada wartawan, saat konferensi pers Changan Global Strategy Launch, Rabu (22/4/2026). Huarong menegaskan bahwa pihaknya enggan terseret dalam tren kompetisi harga yang saat ini marak dilakukan oleh para kompetitor senegaranya demi merebut pangsa pasar. "Kami juga tidak menggunakan metode yang disebut sebagai 'perang harga' (price war) untuk melakukan ekspansi. Strategi utama kami sebenarnya adalah melalui diferensiasi produk dan layanan untuk membangun nilai merek," kata Huarong. Untuk merealisasikan hal tersebut, volume penjualan bukanlah satu-satunya tolok ukur kesuksesan. Dia menambahkan, di pasar luar negeri, selain memperhatikan skala volume perdagangan, hal yang paling Changan perhatikan dan prioritaskan adalah lokalisasi. Langkah ini dinilai sangat krusial, mengingat dinamika industri saat ini yang terus berubah dan tantangan regulasi yang berbeda-beda di tiap kawasan. "Seperti yang kita ketahui bersama, saat ini persaingan di industri otomotif global sedang mengalami perubahan besar. Banyak negara yang menetapkan kebijakan proteksionisme perdagangan atau hambatan masuk lainnya," ujar Huarong. Regional Deputy Chief of CHANGAN Automobile SEA Arie Hermawan, Director of Indomobil Group Andrew Nasuri, SEA Sales Dept. Regional Director CHANGAN Automobile Henry Huang, dan CEO CHANGAN Indonesia Setiawan Surya saat peluncuran CHANGAN Lumin dan CHANGAN Deepal S07 di Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025, Jumat (21/11/2025). Merespons regulasi yang kian ketat tersebut, pabrikan memilih untuk membaur dan berinvestasi lebih dalam di negara tujuan ekspansinya. "Bagi Changan, cara terbaik untuk menghadapi situasi ini adalah dengan melakukan lokalisasi yang mendalam. Kami ingin beralih dari sekadar mengekspor produk menjadi berakar di pasar lokal," kata Huarong. Sebagai langkah konkret dari komitmen tersebut, berdasarkan hukum dan regulasi di berbagai wilayah global, Changan akan memperkuat kerja sama dengan mitra lokal dan pemerintah setempat. Tujuannya adalah untuk mengurangi risiko, sekaligus mendorong pembangunan bersama di negara yang dituju, mulai dari aspek teknologi, ekonomi, hingga penciptaan lapangan kerja. "Dengan cara seperti ini, kami membangun model pengembangan yang harmonis, saling menguntungkan (win-win solution), dan berkelanjutan," ujarnya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang