Hujan deras yang belakangan semakin sering mengguyur berbagai wilayah Indonesia membuat pengemudi perlu meningkatkan kewaspadaan saat berkendara. Kondisi jalan yang basah, terutama saat hujan lebat dan kecepatan tinggi, bisa memicu risiko aquaplaning. Aquaplaning adalah kondisi ketika ban kendaraan kehilangan daya cengkeram karena terhalang lapisan air di permukaan jalan. Ilustrasi aquaplaning Akibatnya, ban tidak menapak sempurna ke aspal dan kendaraan sulit dikendalikan. Situasi ini sangat berbahaya karena mobil bisa meluncur tanpa arah yang jelas meski setir sudah diputar atau pedal diinjak. Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, menjelaskan bahwa aquaplaning kerap terjadi tanpa disadari pengemudi, terutama saat hujan deras dan genangan air cukup tebal. “Tanda-tanda aquaplaning itu apa? Setir tidak merespons dan terasa enteng. Tidak ada respons, tidak ada feedback sama sekali. Jadi, saat ada input dari pengemudi, tidak muncul umpan balik," kata Jusri kepada Kompas.com, Selasa (13/1/2026). Selanjutnya kata Jusri, bisa muncul getaran atau mobil sedikit berubah arah saat melewati genangan air atau saat hujan sangat lebat. Saat hujan deras dan jalanan dipenuhi genangan, pengemudi mobil harus mewaspadai bahaya aquaplaning "Tanda lainnya, mobil yang tadinya melaju dengan kecepatan konstan tiba-tiba seperti terdorong maju ke depan. Terasa seperti mengglayor," ujarnya. "Lalu setelah itu seperti nyangkut, maksudnya nyangkut ketika ban mulai kembali mendapatkan traksi," kata Jusri. Kemudian tanda lainnya yang mudah dikenali ialah di mobil-mobil baru yang sudah punya sistem elektronik seperti electronic stability control (ESC) atau traction control. "Tanda berikutnya, pada mobil-mobil sekarang biasanya indikator menyala, seperti electronic stability control atau traction control, indikatornya muncul karena traksi sempat hilang,” ujar Jusri. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang