Kawasaki selama ini lebih dikenal dengan lini sepeda motor sport hingga motor gede (moge). Namun, kalau menilik ke belakang, pabrikan berlogo hijau ini pernah memiliki lini sepeda motor bebek yang cukup lengkap di Indonesia, mulai dari Kaze, Blitz, hingga ZX 130 yang ikonik. Saat ini, motor bebek Kawasaki kembali dilirik oleh para pencinta roda dua. Selain menawarkan nostalgia dan keunikan di jalan, tren restorasi membuat keberadaannya kian diburu. Suku Cadang Mesin dan Bodi Naufal, dari toko spesialis suku cadang resmi Ramayana Motor Kawasaki, menjelaskan bahwa komponen untuk lini bebek Kawasaki sebenarnya masih tersedia, terutama untuk sektor mesin. Toko spesialis sparepart Kawasaki di Kebon Jeruk VII “Kalau ketersediaan suku cadang bagian mesin sih masih banyak dan enggak susah. Komponennya ada yang produksi Jepang dan sebagian Indonesia. Yang paling sering laku dicari itu bagian kopling,” ujar Naufal kepada Kompas.com, belum lama ini. Namun, situasi berbeda terjadi pada panel bodi (cover body). Mengingat usianya yang tak lagi muda, beberapa komponen bodi sudah tidak diproduksi lagi oleh pabrikan. “Kalau cover body sudah mulai susah. ZX 130 ada sebagian yang masih produksi, tapi bodi belakangnya sudah kosong. Kaze juga sama, banyak yang sudah tidak diproduksi. Untuk harga satu set bodi halus, seperti Kaze R berada di kisaran Rp 1,8 jutaan,” kata Naufal. Karakteristik dan Tren Restorasi Terkait kesamaan komponen antar-model (part sharing), Naufal menyebut bahwa beberapa tipe memiliki basis yang sama, tetapi sebagian besar berdiri sendiri. “Blitz R itu komponennya ada yang sama kayak Kawasaki Athlete. Tapi kalau Kaze dan ZX 130 itu masing-masing, tidak sharing,” kata Naufal. Salah satu model yang paling mencuri perhatian dalam tren restorasi adalah ZX 130. Motor yang dijuluki Baby Ninja ini memiliki keunikan berupa posisi tangki bahan bakar yang berada di bagian depan, tepat di bawah setang. Maraknya orang yang melakukan restorasi membuktikan bahwa pesona bebek Kawasaki masih bertahan hingga kini. Walau berburu bodi membutuhkan perjuangan ekstra, dukungan suku cadang mesin yang masih melimpah menjadi alasan kuat motor-motor ini tetap terawat di jalanan.