Musim mudik Lebaran 2026 diwarnai kecelakaan mengerikan mobil-mobil tertusuk guard rail. Supaya tak terulang, KNKT menyarankan hal berikut ini.Ada ragam kecelakaan yang terjadi selama arus mudik Lebaran 2026. Dua di antaranya mobil tertusuk guard rail saat tengah melintas di jalan tol. Pertama ada Kijang Innova yang menghantam pembatas di Tol Ngawi. Guard rail itu pun terlihat menembus bagian bodi mobil. Kasat Lantas Polres Ngawi AKP Yuliana Plantika mengungkap kecelakaan bermula saat kendaraan rombongan pemudik asal Cilegon itu tiba-tiba oleng. "Jadi kendaraan oleng dan menabrak pembatas jalan. Diduga pengemudi mengantuk," ungkap Plantika kala itu.Akibat kecelakaan, delapan orang jadi korban, satu di antaranya meninggal dunia sementara lainnya luka-luka. Belum habis sampai di situ, beberapa hari berselang kejadian lagi kecelakaan di tol saat tengah diterapkan one way di Tol Trans Jawa. Tampak guard rail tersebut juga menembus bagian tengah mobil hingga ke dalam.Dalam video terlihat, Avanza silver yang awalnya melaju di lajur dua jalur one way (bersebelahan dengan bahu jalan) terlihat oleng dan tiba-tiba berbelok ke arah bahu jalan. Tak lama kemudian, Avanza silver yang terlihat keluar lajur tersebut menabrak guardrail atau besi pembatas jalan. Besi pembatas jalan itu sampai menembus bodi mobil Avanza. Besi tersebut juga menghantam barang-barang di atap kendaraan di belakangnya. Diduga pengendara Avanza itu mengantuk sehingga oleng ke bahu jalan hingga menabrak besi pembatas.Kecelakaan hingga guard rail menembus bodi mobil ini jadi sorotan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Senior Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Ahmad Wildan, mengungkap sudah berulang kali mengingatkan agar pembatas jalan dilengkapi dengan crash cushion untuk mencegah guard rail itu menusuk ke bodi mobil."Hampir setiap tahun KNKT menyampaikan ke BPJT dan BUJT agar melengkapi pagar pengaman dengan crash cushion karena ketika pengguna jalan tol mengantuk dan keluar dari badan jalan, dalam hal ini jalan tol seharusnya memaafkan sesuai konsep 'forgiving road' dan bukan menghukumnya 'enforcing road' dengan mengirimkan yang bersangkutan langsung ke Tuhan," tutur Wildan dalam siaran pers yang diterima detikOto.Wildan menambahkan, KNKT berharap pembatas jalan tol ke depannya sudah dilengkapi dengan crash cushion tersebut. Harapannya, kecelakaan mengerikan mobil tertusuk guard rail seperti Avanza dan Innova tersebut tak terulang lagi."Diharapkan kecelakaan seperti ini adalah yang terakhir kalinya dan setelah Lebaran BPJT dan BUJT segera menginventarisir semua pagar pengaman jalannya dan memasang bantalan 'crash cushion' sehingga peristiwa tertusuk guard rail ini tidak akan pernah terjadi lagi di Indonesia selamanya," pungkas Wildan.