Bengkel modifikasi Autologi Autoworks & Car Studio sudah hampir 12 tahun berkiprah dalam membangun berbagai mobil replika (re-create). Mulai dari Porsche 911 klasik, Ford Mustang, hingga Mini klasik sudah pernah lahir dari bengkel kreatif ini. Tak puas hanya mereplikasi kendaraan yang unit aslinya pernah beredar di tanah air, Autologi bersiap mengambil langkah lebih jauh. Yogie Ramadhan selaku pemilik Autologi berencana menggarap replika DMC DeLorean, mobil ikonik pencetus perjalanan waktu dalam film Back to the Future. Autologi Autoworks & Car Studio, membuat replika mobil klasik Berawal dari Ide Liar dan Desain 3D Berbeda dari bengkel otomotif pada umumnya, Autologi memosisikan diri sebagai car studio sekaligus creative agency di dunia otomotif. Bengkel ini tak sekadar melayani perbaikan fisik, tetapi juga mengeksekusi ide liar konsumen dari lembaran konsep hingga menjadi kendaraan nyata. Yogie menjelaskan bahwa proses pengerjaan selalu diawali dengan menerjemahkan gagasan pemilik ke dalam visualisasi digital tiga dimensi (3D). "Karena kita di sini memang bisa mengeluarkan desain. Apa yang ada di kepala konsumen, saya tangkap dulu lalu dituangkan ke 3D. Dari 3D itu baru kita realisasikan jadi mobil benaran," ujar Yogie kepada Kompas.com, Jumat (25/9/2026). Selain membangun mobil utuh, Autologi juga menggarap berbagai kebutuhan otomotif khusus lainnya seperti pengerjaan prototyping, unit display, hingga kebutuhan acara (event). Menerjemahkan Imajinasi Tanpa Wujud Fisik Menghidupkan ide kendaraan yang bahkan tidak memiliki wujud fisik di Indonesia tentu memerlukan pendekatan khusus. Menurut Yogie, kemampuan menerjemahkan visi konsumen inilah yang menjadi keunggulan bengkelnya. "Cuma bengkel yang punya visi untuk 'nembak' gambar menjadi kendaraan nyata itu enggak banyak," kata Yogie. Mobil dari film Back to the Future, DeLorean DMC-12, dirancang peneliti Stanford University, California, Amerika Serikat, jadi berteknologi otonomos dan bisa drifting. Proses pengerjaan untuk proyek tanpa acuan fisik menuntut diskusi yang sangat intensif agar setiap detailnya presisi dan sesuai dengan ekspektasi. "Ada konsumen yang cuma datang membawa konsep tanpa gambaran jelas. Saya obrolkan benar-benar intens, saya tangkap gagasannya, lalu diterjemahkan di komputer. Disesuaikan sedikit demi sedikit sampai akhirnya jadi barang nyata yang bisa dipegang. Itu jadi spesialnya kita di situ," kata Yogie. Proyek DMC DeLorean Umumnya, mobil replika yang digarap Autologi dicetak (molding) langsung dari unit orisinal, baik milik sendiri, meminjam rekanan, maupun mengandalkan data teknis pabrikan. Namun, proyek DMC DeLorean menyajikan tantangan yang jauh lebih kompleks. Aktor asal AS, Michael J Fox (kiri) dan aktor asal Kanada, Seth Rogen, tampil di panggung dengan membawa mobil DeLorean seperti yang dimunculkan dalam film Back to The Future, saat hendak membacakan penghargaan kategori Best Film Editing pada malam puncak Academy Awards 2017 di Hollywood, California, Minggu (26/2/2017). Sebab, keberadaan supercar klasik buatan Amerika Serikat tersebut hampir tidak mungkin ditemukan mengaspal di jalanan Indonesia. "Proyek DeLorean itu memang data dari nol sama sekali enggak ada, karena mobilnya enggak mungkin ada di sini. Itu lebih kompleks lagi. Jadi mobil yang benar-benar enggak pernah ada di dunia jalan Indonesia ini kita bikin," ungkap Yogie. Kendati tantangannya cukup berat, Yogie optimistis replika supercar era 1980-an tersebut bisa diwujudkan secara presisi melalui pendekatan data digital serta riset yang matang. Kehadiran proyek berani seperti DMC DeLorean membuktikan bahwa batasan dalam membangun kendaraan impian kini makin terbuka lebar bagi para pencinta otomotif di Indonesia. Melalui kombinasi teknologi desain digital, riset mendalam, dan keberanian mengeksekusi ide-ide tidak biasa, Autologi terus menegaskan posisinya sebagai wadah tempat imajinasi otomotif diubah menjadi karya nyata yang laik jalan.