Arus balik libur Natal dan Tahun Baru 2025 yang diperkirakan terjadi pada 4 Januari dinilai masih dalam kondisi terkendali. Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menyebut, hingga saat ini belum ada indikasi lonjakan kendaraan yang signifikan sehingga penerapan rekayasa lalu lintas satu arah (one way) dinilai belum diperlukan. Hal tersebut disampaikan Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho S.H., M.Hum. saat memimpin apel Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) pasca Operasi Lilin 2025 di Command Center KM 29, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (2/1/2025). Menurut Agus, pemantauan volume kendaraan melalui traffic counting menunjukkan sisa kendaraan yang akan masuk dan keluar Jakarta relatif seimbang. Kondisi tersebut membuat potensi kepadatan ekstrem pada arus balik dinilai rendah. Kendaraan yang melintas di Gerbang Tol Kalikangkung Semarang, Jawa Tengah, Minggu (6/4/2025).  “Arus balik diperkirakan tanggal 4 Januari. Tapi dari traffic counting yang kita pantau, bangkitan arusnya tidak terlalu tinggi. Jadi kemungkinan untuk one way saya rasa tidak,” kata Agus. Meski demikian, Korlantas tetap menyiapkan skema rekayasa lalu lintas alternatif jika terjadi peningkatan arus secara tiba-tiba. Contraflow disebut menjadi opsi yang lebih memungkinkan apabila terjadi kepadatan di titik-titik tertentu, namun masih dalam skala terbatas. “Paling nanti contraflow apabila di tanggal 4 bangkitan arusnya cukup tinggi, tapi tidak terlalu signifikan,” ujar Agus. Ia juga menegaskan bahwa pemantauan arus lalu lintas tetap dilakukan di seluruh klaster, mulai dari jalan tol, arteri, jalur nasional, hingga akses menuju pelabuhan penyeberangan. Seluruh personel diminta tetap siaga di lapangan meski Operasi Lilin 2025 telah resmi berakhir. Selain jalur utama arus balik, Kakorlantas turut menyoroti kondisi lalu lintas di kawasan wisata yang masih ramai dikunjungi masyarakat. Namun secara umum, pergerakan kendaraan di sejumlah titik seperti Malang Raya, Puncak Bogor, hingga jalur Nagreg dilaporkan masih terkendali. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang