Pembalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi Pembalap asal Italia, Marco Bezzecchi, mengakui bahwa akhir pekan di MotoGP Malaysia 2025 menjadi salah satu yang paling menantang sepanjang musim. Meski hasil balapannya jauh dari ekspektasi, pembalap Aprilia Racing itu justru menemukan banyak hal penting yang dapat menjadi bahan evaluasi besar bagi dirinya dan tim menuju dua seri terakhir musim ini. Pembalap Aprilia Racing Marco Bezzecchi Datang ke Sirkuit Internasional Sepang, Bezzecchi membawa optimisme tinggi. Dalam empat balapan terakhir sebelumnya, Aprilia Racing tampil luar biasa dengan torehan tiga kemenangan, yang membuat mereka sempat menjadi pabrikan paling kompetitif di paruh kedua musim.Namun, kondisi berbalik drastis di Malaysia. Aprilia hanya mampu meraih 10 poin konstruktor, angka terendah di antara semua tim pabrikan. Bezzecchi sendiri finis ke-6 pada Sprint Race, dan ke-11 di balapan utama, jauh dari podium yang menjadi targetnya. Dalam wawancaranya usai balapan, Bezzecchi menjelaskan bahwa sejak sesi latihan bebas pertama, ia sudah merasakan kesulitan untuk menyesuaikan gaya balap dengan kondisi lintasan dan karakter motor Aprilia. “Kami tahu bahwa datang ke sini akan sedikit lebih sulit dibandingkan dengan Phillip Island, Saya merasa jauh, jauh lebih baik dibandingkan saat tes [kesembilan], dan karena itu saya cukup puas,” kata Bezzecchi, dikutip VIVA dari Crash Kamis, 30 Oktober 2025. Salah satu faktor utama yang menghambat performanya adalah daya cengkeram ban dan penyaluran tenaga mesin ke aspal. Bezzecchi mengaku kesulitan mengoptimalkan tenaga motor Aprilia RS-GP di trek yang terkenal memiliki grip rendah dan suhu tinggi.Selain itu, pemilihan ban juga menjadi faktor penentu. Tim Aprilia memilih ban depan tipe medium, berbeda dengan sebagian besar rival yang menggunakan ban depan soft. Keputusan itu ternyata tidak cocok dengan karakter lintasan yang panas dan abrasif. Pembalap Aprilia Racing, Marco BezzecchiMeski hasil akhir mengecewakan, Bezzecchi menolak menyebut akhir pekan di Sepang sebagai kegagalan total. Ia menilai bahwa pengalaman ini justru membuka banyak hal penting yang sebelumnya belum mereka sadari.“Saya tidak menargetkan kemenangan, itu tidak realistis hari ini, tetapi mungkin melakukan itu adalah yang terbaik yang bisa saya lakukan,” tambahnya.Akhir pekan di Sepang mungkin tidak menghasilkan trofi, namun menjadi momen refleksi penting bagi Bezzecchi dan Aprilia Racing. Kesulitan yang mereka alami membuka jalan untuk memperkuat strategi teknis, memahami batas motor, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan terakhir musim ini.