Di tengah hiruk pikuk kota, ada satu pemandangan baru yang makin sering muncul di jalanan. Motor-motor, khususnya skuter matik (skutik) mungil, tampil berwarna cerah dengan sentuhan modifikasi yang rapi, minimalis, dan mengundang perhatian. Mereka melaju pelan di antara lalu lintas, membawa aura yang terasa segar seolah menjadi simbol gaya hidup anak muda urban masa kini. Gaya ini dikenal sebagai modifikasi “skuter kalcer”. Istilah kalcer sendiri berasal dari kata culture, merujuk pada tren yang tumbuh dari kebiasaan dan selera anak muda yang ingin tampil beda tanpa perlu mengubah motornya secara ekstrem. Modifikasi skuter kalcer menonjolkan karakter lewat detail kecil, seperti warna pastel, aksesori simpel, atau penataan ulang bagian tertentu yang membuat motor terkesan clean dan estetik. Bagi para penggemarnya, modifikasi kalcer bukan sekadar hobi, melainkan medium ekspresi diri. Motor diperlakukan seperti kanvas berjalan untuk menunjukkan mood, gaya personal, hingga cara mereka menikmati kota. Jejaknya tak hanya terlihat di jalanan, tapi juga bermunculan di media sosial. Cukup scroll di TikTok atau Instagram, kamu akan menemukan konten bernuansa riding santai, outfit kasual, tone warna lembut, hingga motor yang tampil sebagai elemen visual utama. Antara estetika dan fungsionalitas Meski tampilannya estetik, modifikasi kalcer kian populer lantaran tidak mengorbankan kenyamanan harian. Tren ini lahir dari kebutuhan anak muda urban yang ingin motornya enak dipakai, tetap irit, dan tetap fungsional, tapi tetap punya karakter visual yang kuat. Keseimbangan antara estetika dan fungsi jadi alasan utama mengapa modif kalcer sangat mudah diterima. Motor tetap bisa dipakai ngantor, ngopi, antar teman, sampai jalan jauh, tanpa drama atau risiko modifikasi yang mengubah performa secara drastis. Perkara bagasi, misalnya. Banyak penggemar kalcer yang sengaja mempertahankan ruang bagasi tetap lega, atau bahkan menambah fungsinya lewat aksesori yang rapi dan tidak mengganggu tampilan clean motor. Salah satunya Adea Gangga (@adeagangga), sosok kreatif di balik bengkel custom Rainbow Moto Builder (RMB). Konsep modifikasi yang ia terapkan terbilang unik alias agak lain khas kalcer. Tertarik dunia otomotif sejak SMP, pria yang akrab disapa Dega itu berani menggabungkan estetika pop culture dengan pengerjaan detail pada rangka, kaki-kaki, hingga desain bodi. Grand Filano dikenal punya bagasi yang ekstra luas di kelasnya, muat untuk helm, tas, hingga belanjaan harian, sehingga sangat relevan dengan pencinta otomotif urban. Baru-baru ini, ia memulai proyek yang diberi nama “Project Akira”. Dengan bujet sebesar Rp 10 juta, Dega memodifikasi Grand Filano terlihat lebih kalcer, termasuk bagian bagasi. “Gue pilih Grand Filano. Enaknya ini nih kalau Filano, kan gue tuh suka lari dadakan. Jadi dibawa jogging bawa barang-barang. Contohnya nih sepatu lari, bawa helm, bawa vest. Muat ya? Muat banget lah. Jadi ini kapasitasnya gede banget,” ujar Dega dalam unggahan di media sosialnya. Bagi Dega, motor bukan sekadar alat transportasi, melainkan “tas besar bergerak” yang bisa diandalkan. Aktivitasnya yang sering kali bersifat spontan membuat bagasi luas menjadi faktor penentu. Mulai dari perlengkapan olahraga hingga kebutuhan meeting, semuanya harus muat tanpa ribet. Sementara itu, Rumakanyo (Kadek Arini) menghadirkan perspektif berbeda. Dalam videonya, ia bercerita tentang kejutan kecil dari suaminya yang membelikan motor yang sedang jadi incaran banyak ibu-ibu. Salah satu poin yang paling menonjol bagi Rumakanyo adalah kapasitas penyimpanan. Grand Filano memang dikenal punya bagasi yang ekstra luas di kelasnya, muat untuk helm, tas bayi, hingga belanjaan harian, sehingga sangat relevan dengan kebutuhan ibu-ibu yang selalu membawa banyak perlengkapan. “Yang aku suka tuh bagasinya luas banget. Cocok buat ibu-ibu yang banyak barang bawaan. Isi bensin dari depan, nggak perlu turun. Antiribet,” kata dia. Di sisi lain, Jerhemy Owen Wijaya (@jerhemynemo) juga berbagi pengalamannya yang memilih Grand Filano sebagai partner mobilitas hariannya. Alumnus Teknologi Lingkungan dan Energi Terbarukan di Avans University of Applied Sciences, Breda, Belanda, yang aktif membuat konten edukasi lingkungan itu bercerita bahwa kesehariannya sering melibatkan kegiatan, seperti menyetor sampah ke bank sampah. “Aku mau tukar sampah jadi uang di tempat yang namanya itu bank sampah. Nah, ini sudah kumpulin sampah-sampah di rumah. Ada botol plastik dan kardus juga. Ini semua bakal disetor jadi uang,” ujarnya. Ia mengatakan, dirinya sempat mencari motor yang tidak hanya keren secara tampilan, tetapi juga fungsional untuk aktivitas ramah lingkungan yang sering ia lakukan. “Kemarin tuh bener-bener nyari yang fungsional tapi tetap keren dan akhirnya ketemu Grand Filano. Grand Filano sudah Blue Core Hybrid 125 cc jadinya nyaman banget buat dipakai sehari-hari. Efisien banget dan irit bahan bakar. Dan yang paling keren, bagasinya luas dan gede banget gila!” kata Owen. Bagi Owen, kombinasi desain estetik dan fungsi nyata itu yang menjadikan Grand Filano pilihan paling pas untuk rutinitas produktif dan kegiatan keberlanjutan yang ia jalani. Grand Filano menawarkan tampilan retro-modern yang clean dan premium, lengkap dengan lampu full LED dan siluet yang mudah dipadupadankan dengan gaya personal penggunanya. Retro modern premium Di tengah tren skuter kalcer yang meroket, Grand Filano hadir sebagai pilihan yang langsung mencuri perhatian anak muda urban. Bukan hanya karena tampilannya yang elegan dan mudah dipersonalisasi, tetapi juga karena paket fungsionalitasnya memang sejalan dengan gaya hidup kalcer yang mengutamakan estetika tanpa mengorbankan kenyamanan harian. Di sisi desain, Grand Filano menawarkan tampilan retro-modern yang clean dan premium, lengkap dengan lampu full LED dan siluet yang mudah dipadupadankan dengan gaya personal penggunanya. Namun, elemen yang membuat motor tersebut semakin jadi sorotan adalah fitur-fitur praktis yang terasa relevan bagi pengguna muda maupun pekerja dengan mobilitas tinggi, mulai dari bagasi super luas, digital speedometer dengan TFT sub-display, hingga tangki bensin depan yang memudahkan pengisian tanpa perlu membuka jok. Fitur bagasi yang besar bahkan menjadi alasan utama Adel Azizah (@adel_azizahh) memilih Grand Filano untuk menunjang pekerjaannya sebagai make-up artist (MUA) keliling. “Ternyata cari cuan tuh mudah kok. Asal punya niat, konsisten, dan motor yang bagasinya luas plus yang pastinya bensinnya irit, kaya aku nih jadi jasa make-up keliling ternyata enggak harus di salon dan bawa mobil kok, pakai Grand Filano juga udah cukup ngebuat aku happy dan mudah untuk cari cuan. Love Filano banyak-banyak,” kata Adel. Ia pun menambahkan bagaimana fitur penyimpanan Grand Filano benar-benar membantu rutinitasnya. “Makasih ya, Fifi (panggilan untuk Grand Filano), udah bantuin kerja setiap hari. Bagasinya bisa muat tas, makeup, jaket, dan masih banyak lagi bawaan aku lainnya. Makasih ya, Vivi, udah bantu aku cari cuan di mana aja,” tulis Adel. Desain stylish, bagasi superluas Grand Filano memang sedang menjadi sorotan berkat perpaduan gaya premium dan fitur fungsional. Bagasi super luas yang dibanggakan Dega dan Owen bukan sekadar klaim. Kompartemen itu benar-benar muat banyak, cocok untuk aktivitas apa pun. Tampilannya memiliki desain yang stylish retro modern tapi mengedepankan kepraktisan dan keandalan. Secara spesifikasi, Grand Filano menggunakan mesin 125cc Blue Core Hybrid yang menghasilkan tenaga 8,18 TK di 6.500 RPM dan torsi 10,4 Nm. Sistem hybrid yang disematkan bukan seperti full hybrid pada mobil, melainkan kombinasi fitur Electric Power Assist Start untuk akselerasi awal lebih bertenaga dan halus, serta Stop & Start System yang mematikan mesin saat berhenti beberapa detik dan menyala otomatis ketika gas diputar. Secara spesifikasi, Grand Filano menggunakan mesin 125cc Blue Core Hybrid yang menghasilkan tenaga 8,18 TK di 6.500 RPM dan torsi 10,4 Nm. Seluruh komponen lampu motor tersebut sudah full LED, mulai dari lampu utama, DRL, sein, lampu rem, hingga lampu bagasi, membuat tampilannya makin premium dan fungsional di malam hari. Dari sisi dimensi, Grand Filano memiliki panjang 1.820 mm, lebar 685 mm, dan tinggi 1.155 mm. Jarak terendah ke tanah 125 mm, tinggi jok 790 mm, dan bobot 100 kg, membuatnya stabil, tetapi mudah dikendalikan. Untuk urusan bahan bakar, tangki 4,4 liter terletak di dek depan, sehingga bagasi 27 liter di bawah jok benar-benar optimal dan sangat lega. Grand Filano memakai suspensi model teleskopik di depan dan monoshock di belakang, dengan ban 12 inci lebar 110/70 R12. Sistem pengereman menggunakan cakram di depan dan tromol di belakang, ditambah pengunci tuas rem yang membantu saat berhenti di tanjakan. Panel instrumen sudah full digital dengan dua layar. Layar utama untuk speedometer dan notifikasi Y-Connect. Sementara, layar bawah MID untuk informasi jarak tempuh, konsumsi BBM, sisa bensin, dan lainnya. Dibanderol mulai Rp 27 jutaan, Grand Filano memiliki spesifikasi yang mumpuni untuk penggunaan harian. Terutama, berkat mesin ekonomis, bagasi super lega, dan desain yang cocok untuk anak muda ataupun keluarga. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang