Jasamarga Metropolitan Tollroad, pengelola Ruas Tol Jagorawi, tengah melakukan pekerjaan rekonstruksi perkerasan jalan di beberapa titik mulai 18 Agustus hingga 23 Agustus 2026. Dengan adanya pekerjaan tersebut, dan untuk menjaga keamanan serta keselamatan pengguna jalan, akan diberlakukan rekayasa lalu lintas atas diskresi kepolisian pada akses keluar Gunung Putri setelah transaksi tol. Adapun titik pekerjaan rekonstruksi perkerasan di Ruas Tol Jagorawi dilakukan baik untuk arah Jakarta maupun Bogor dengan rincian sebagai berikut: Bahu luar KM 30+700 – KM 30+550 arah Jakarta, dilaksanakan pada 18 Agustus 2026 pukul 10.00 WIB hingga 23 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB; Lajur 1 On Ramp Sentul Sirkuit arah Jakarta, dilaksanakan pada 19 Agustus 2026 pukul 10.00 WIB hingga 21 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB; Akses keluar GT Gunung Putri arah Bogor, dilaksanakan pada 19 Agustus 2026 pukul 10.00 WIB hingga 23 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB. Rekayasa lalu lintas Tol Gunung Putri Sementara itu, skema rekayasa lalu lintas pada akses keluar Gunung Putri setelah transaksi tol yakni: Bagi kendaraan besar yang akan melanjutkan perjalanan menuju Cileungsi maupun Citeureup, kendaraan akan diarahkan terus melaju lurus melintasi terowongan dan tetap berada di Jalan Baru Indocement, kemudian berputar balik di Bundaran Kopo. Setelah putar balik dari bundaran, kendaraan diarahkan menuju perempatan di samping SPBU di atas terowongan. Kendaraan besar yang akan menuju Cileungsi diarahkan untuk belok ke kanan, sedangkan yang akan menuju Citeureup diarahkan untuk belok ke kiri. Bagi kendaraan kecil yang akan menuju Citeureup, kendaraan akan dialihkan ke jalur kiri terlebih dahulu ke arah Cileungsi, selanjutnya putar balik ke arah Citeureup. Sementara itu, kendaraan kecil yang akan menuju Cileungsi tidak mengalami pengalihan rute. Perbaikan tol jagorawi Selama pekerjaan berlangsung, lajur yang menjadi objek pekerjaan akan ditutup sementara, sedangkan lajur lainnya tetap dioperasikan untuk melayani lalu lintas pengguna jalan. Pengaturan lalu lintas dilakukan secara situasional oleh petugas di lapangan dengan menyesuaikan kondisi arus kendaraan.