Kalau Anda merasa jago merakit kendaraan Lego dari nol, coba tengok kanal YouTube Brick Technology. Di sana ada banyak video yang menampilkan rakitan kendaraan Lego yang liar, dirancang untuk menuntaskan tugas-tugas yang makin kompleks. Video terbarunya menampilkan serangkaian lintasan loop yang ukurannya semakin besar setiap kali berhasil dilewati. Apa yang dibutuhkan sebuah mobil Lego untuk menuntaskan loop-loop ini? Tenaga yang lebih besar, variasi ukuran dan konfigurasi roda, serta “pengemudi” yang siap menerima konsekuensinya. Video ini menyuguhkan visual yang kocak, sekaligus memperlihatkan pelajaran fisika dan teknik yang menarik. Gaya sentripetal, tenaga dan torsi, serta pengaruh bobot dan posisi bobot di kendaraan, semuanya berperan dalam aksi-aksi seperti ini. Meski video di atas memperlihatkan orang yang sedang bersenang-senang, klip-klip ini tetap menjadi alat bantu visual yang bagus untuk belajar. Brick Technology juga punya video lain di mana kendaraannya ditugaskan melompati celah, menanjak di permukaan licin, melaju di pasir, dan lainnya. Semuanya memang dibuat untuk menghibur, tapi mungkin penggemar yang lebih muda (atau yang lebih tua seperti saya) bisa belajar satu-dua hal tentang bagaimana kendaraan skala 1:1 mereka bekerja. Saya suka “konten” yang membuat belajar terasa menyenangkan, meski itu bukan tujuan utama videonya. Melihat Brick Technology mencipta, menghancurkan, membangun ulang, dan mungkin pada akhirnya menaklukkan rintangan, jadi hiburan yang seru untuk semua usia. Hal-hal seperti inilah yang pada akhirnya melahirkan insinyur dan stuntman yang berani mencoba aksi semacam ini di dunia nyata. Masih ingat saat Tranner Foust dan Greg Tracy melakukan aksi gila ini: Pandangan Motor1: Sains itu menyenangkan, dan belajar itu keren. Kanal Brick Technology adalah contoh yang pas untuk itu.