Ekspedisi bermotor lintas benua banyak dilakukan dengan berbagai tujuan. Salah satunya untuk tujuan religi, seperti ke Mekkah. Belum lama ini, petualang asal Makassar yang akrab disapa Om Daeng, berhasil menuntaskan ekspedisi dari Indonesia ke Mekkah. Total perjalanan setelah melewati 12 negara mencapai lebih dari 12.000 km. Lama perjalanan sendiri menghabiskan waktu hingga delapan bulan. Om Daeng dalam perjalanannya mengandalkan Yamaha Xmax. Ekspedisi bertajuk “Motoran Indonesia to Mekkah” ini menjadi salah satu perjalanan solo terjauh yang pernah ditempuh petualang Indonesia. Bagi komunitas motor, perjalanan Om Daeng bukan hanya soal ketahanan, tetapi juga pembuktian bahwa touring ekstrem dapat membuka jalan bagi persaudaraan lintas negara. Touring religi Om Daeng, Indonesia-Mekkah “Perjalanan ini bukan hanya soal jarak, tapi pelajaran tentang keberanian, ketulusan, dan persaudaraan di banyak negara,” kata Om Daeng, dalam keterangan resminya. Om Daeng mengatakan, dari semua negara yang dilalui, China menjadi bagian perjalanan paling lengkap sekaligus paling menantang. “China itu lengkap banget. Gurun ada, salju ada, makanannya enak, jalurnya panjang sekali. Semua ada di situ,” kata Om Daeng. Touring religi Om Daeng, Indonesia-Mekkah Selain kondisi alam yang ekstrem, ia juga merasakan keramahan penduduk setempat yang berkali-kali membantunya selama perjalanan. “Banyak yang memberi minum dan menyapa karena melihat tulisan Indonesia to Mekkah di jaket saya,” katanya. Sewaktu di Malaysia, Om Daeng mendapat sambutan luar biasa dari komunitas motor. Bahkan, ban motor miliknya diganti secara cuma-cuma oleh para warga lokal sebagai bentuk dukungan. “Di Malaysia kami dijamu betul-betul. Sampai ban diganti oleh mereka. Itu luar biasa,” ujar Om Daeng. “Mereka sangat ramah. Ada yang memberi uang, ada yang memberi minum. Mereka menghargai perjalanan kami,” katanya. Meski rute Asia Tengah menawarkan panorama indah, menurut Om Daeng, Afghanistan menjadi negara dengan tantangan paling berat. “Medannya sulit dan situasinya tidak mudah,” kata Om Daeng. Namun, tekad kuat untuk mencapai Tanah Suci membuatnya terus melaju. Salah satu momen paling emosional terjadi saat Om Daeng mengambil miqat di Thaif. “Bayangkan, 70 kilometer memakai ihram tanpa helm atau perlindungan lain. Itu momen paling spiritual dan berkesan,” ujarnya. Baginya, titik ini menjadi jawaban dari seluruh rasa lelah yang terkumpul sepanjang perjalanan. Perjalanan bersejarah ini awalnya dilakukan tanpa sponsor. Om Daeng mengaku memilih Yamaha Xmax karena itu satu-satunya motor yang ia miliki. "Saya pakai Xmax karena memang itu motor saya. Setelah perjalanan viral di media sosial, barulah sponsor datang, termasuk Lupromax,” jelasnya. Dukungan Lupromax memastikan performa mesin tetap prima saat melewati gurun panas, salju, maupun banjir. PT Lupromax Pelumas Indonesia Tbk. menyebut ekspedisi Om Daeng sebagai bukti ketangguhan produk nasional. “Kami bangga menjadi bagian dari perjalanan besar ini. Ini menunjukkan pelumas anak bangsa sanggup bekerja di kondisi ekstrem,” kata Kartiko Soemargono, Direktur Utama PT Lupromax Pelumas Indonesia Tbk. Tidak berhenti di Mekkah, Om Daeng sudah merencanakan perjalanan lanjutan. Dalam lima bulan ke depan, ia berencana mengendarai motor dari Arab Saudi menuju London, melintasi berbagai negara di Eropa. “Insya Allah, perjalanan ini belum selesai. Dari Mekkah, saya akan lanjutkan ke Eropa sampai London,” katanya. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.